Manajemen Persebaya Surabaya menggalakkan kampanye larangan membawa cerawat atau flare ke dalam stadion menjelang laga pamungkas pekan ke-34 Super League musim 2025/2026. Pertandingan Derby Jatim melawan Persik Kediri tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu sore, 23 Mei 2026, seperti dilansir dari Medcom.
Edukasi mengenai fungsi esensial tribun stadion disebarkan secara masif melalui akun Instagram resmi @officialpersebaya. Pihak manajemen mengusung gerakan bertajuk "No Flare Let’s Care" untuk menegaskan bahwa tribun harus menjadi tempat yang ramah, inklusif, dan aman bagi seluruh kalangan, termasuk keluarga serta anak-anak.
"Tribun seharusnya jadi tempat yang aman dan nyaman untuk menyalurkan semangat kepada tim kebanggaan. Di sana ada anak kecil, keluarga, dan banyak orang yang datang untuk menikmati pertandingan dengan aman dan penuh suka cita. Masih banyak cara untuk mendukung tim tanpa membahayakan sekitar," tulis pernyataan resmi Persebaya.
Manajemen juga mendorong Bonek dan Bonita untuk tetap menjaga reputasi sebagai kelompok suporter yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Dukungan penuh yang diberikan kepada skuad Bajol Ijo diharapkan berjalan beriringan dengan komitmen menjaga keselamatan sesama penonton di tribun.
Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk memperketat keamanan di lini pertahanan terdepan demi memastikan laga penutup berjalan tertib. Pemeriksaan barang bawaan atau screening suporter akan dilakukan secara mendalam di setiap gerbang masuk Stadion GBT.
Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, meminta seluruh suporter yang hadir untuk memberikan dukungan secara bersih. Dirinya mengingatkan agar tidak ada yang membawa benda-benda berbahaya yang dapat merugikan klub maupun penonton lain.
"Kami mengimbau seluruh Bonek dan Bonita untuk mematuhi aturan yang berlaku, tidak membawa flare, petasan, maupun benda berbahaya lainnya agar pertandingan dapat berjalan aman, nyaman, dan kondusif," tutur pria yang akrab disapa Vinno tersebut.
Pengalihan Hak Siar ke Layanan Streaming
Laga sengit antara Persebaya menghadapi Persik Kediri dipastikan tidak ditayangkan melalui stasiun televisi nasional, Indosiar. Para penggemar sepak bola dapat mengakses pertandingan ini secara langsung hanya melalui layanan streaming berbayar, Vidio.
Menurut penjelasan Vinno, kebijakan hak siar ini diambil karena stasiun televisi nasional memprioritaskan slot siaran langsung untuk pertandingan lain. Laga di tempat lain tersebut menjadi penentu gelar juara Super League musim ini.
"Berdasarkan komunikasi kami dengan pihak I.League dan Indosiar, pertandingan Persebaya melawan Persik memang tidak tayang di Indosiar. Namun laga tetap bisa disaksikan secara live melalui Vidio," jelas Vinno.
Pihak manajemen Persebaya memastikan atmosfer di dalam Stadion GBT akan tetap meriah walaupun tanpa sorotan televisi nasional. Rangkaian hiburan menarik telah disiapkan di dalam stadion agar ribuan Bonek dan Bonita bisa menikmati momen perpisahan kompetisi musim ini sekaligus memotivasi tim meraih poin penuh.