Manajemen Persebaya Surabaya mengambil langkah strategis untuk memperkuat tim dalam jangka panjang. Klub berjuluk Green Force ini resmi mengamankan jasa gelandang kreatif asal Meksiko, Francisco Rivera, dengan menyodorkan perpanjangan kontrak baru.
Pemain berusia 31 tahun tersebut mendapatkan ikatan dinas jangka panjang. Persebaya Surabaya resmi memperpanjang masa bakti Francisco Rivera selama tiga musim ke depan, yang membuatnya bertahan di klub hingga tahun 2029.
Langkah pemagaran ini dilakukan untuk menjaga stabilitas performa tim di musim kompetisi baru. Seperti dilansir dari Suara, keputusan krusial manajemen ini disambut positif oleh pelatih kepala Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.
Bernardo Tavares melemparkan pujian atas konsistensi yang ditunjukkan oleh anak asuhnya tersebut. Gelandang bernomor punggung mumpuni ini dinilai menjadi motor serangan paling efektif di sektor lini tengah tim.
"Rivera adalah pemain spesial bagi Persebaya. Sejak Januari, performanya sangat konsisten, baik lewat gol maupun assist yang dia ciptakan untuk tim," kata Tavares dalam keterangannya di Surabaya, Senin.
Ketajaman visi bermain Francisco Rivera terbukti lewat kontribusi nyata di atas lapangan yang mendongkrak produktivitas gol tim. Sepanjang kalender kompetisi 2025/2026, legiun asing ini mengemas 13 gol dan 10 assist dari total 30 penampilan.
Rapor impresif tersebut sekaligus mengantarkan namanya masuk dalam daftar susunan pemain terbaik (Best XI) Super League 2025/2026. Selain performa di lapangan, sisi kepemimpinan dan profesionalisme di luar lapangan juga menjadi alasan kuat manajemen memberikan kontrak jangka panjang.
"Statistik itu menunjukkan kontribusinya sangat besar untuk tim. Selain itu, dia juga masuk dalam Best XI liga. Itu menjadi bukti kualitas dan konsistensinya sepanjang musim," ujarnya.
Kendati memberikan pujian tinggi, Bernardo Tavares tidak menutup mata terhadap kekurangan sang pemain. Pelatih asal Portugal tersebut memberikan catatan evaluasi tegas terkait aspek kedisiplinan Francisco Rivera yang sempat merugikan tim akibat akumulasi kartu.
Sepanjang musim lalu, Francisco Rivera mengoleksi dua kartu merah saat melakoni laga krusial melawan Persib Bandung dan Persik Kediri. Rapor merah ini menjadi poin utama yang wajib diperbaiki oleh sang gelandang di musim depan.
Bernardo Tavares menuntut Francisco Rivera untuk lebih dewasa dalam mengendalikan temperamennya di lapangan hijau. Stabilitas emosi dianggap sama pentingnya dengan kehebatan teknis demi menjaga keutuhan strategi permainan tim di setiap pertandingan.
"Saya berharap musim depan dia bisa kembali menunjukkan performa terbaiknya dan tetap menjadi contoh yang baik bagi tim," tuturnya.
Performa gemilang Francisco Rivera sepanjang musim 2025/2026 sempat menjadikannya aset komoditas tertinggi klub yang terus diburu oleh tim-tim rival sebelum akhirnya resmi dipagari Persebaya Surabaya.