YouTuber Bobon Santoso terlibat perselisihan terbuka dengan Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A. Sinaga alias Bro Ron, setelah secara terbuka mendukung pelaku pemukulan terhadap politisi tersebut pada Senin, 4 Mei 2026 di Menteng, Jakarta Pusat.
Perseteruan bermula saat Bobon mengomentari video klarifikasi pelaku pemukulan yang mengeklaim terprovokasi oleh ucapan rasis dari Bro Ron. Dilansir dari Suara, Bobon menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Bro Ron melalui kolom komentar yang kemudian memicu reaksi keras dari sang pengusaha.
"Percaya abang ini. Bro selalu cari panggung," tulis Bobon Santoso.
Pernyataan tersebut merujuk pada pembelaan pelaku yang mengaku dihina dengan sebutan rasis sebelum insiden pemukulan terjadi. Bro Ron kemudian merespons komentar tersebut dengan mengunggah tangkapan layar melalui akun media sosial pribadinya sebagai bentuk tantangan balik.
"Bon, yakin mau ikutan?" tulis Bro Ron.
Menanggapi tantangan untuk terlibat lebih jauh dalam pusaran hukum tersebut, Bobon memilih untuk menurunkan tensi ketegangan. Ia menyatakan keengganannya untuk memperpanjang keributan di ruang digital dan ingin kembali fokus pada aktivitas rutinnya sebagai kreator konten kuliner.
"Sorry om gak tertarik ribut di sosmed. mending dipake buat masak keliling indonesia," balas Bobon Santoso.
Peristiwa pemukulan itu sendiri terjadi saat Bro Ron mendampingi 15 karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi terkait hak gaji yang belum dibayarkan di kantor hukum MPP. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa mediasi dialihkan ke Polsek Metro Menteng karena pihak terkait tidak dapat ditemui.
"Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan pihak MPP selaku orang yang didemo, akhirnya Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di kantor Polsek Metro Menteng," jelas Iptu Erlyn Sumantri.
Situasi yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh setelah muncul sekelompok orang tidak dikenal yang melakukan intimidasi di tengah proses audiensi. Percekcokan tersebut berujung pada aksi kekerasan fisik terhadap Bro Ron.
"Akibat perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," ujar Iptu Erlyn Sumantri.
Petugas kepolisian segera mengintervensi untuk menghentikan kekerasan dan mengamankan pihak-pihak yang terlibat. Langkah pengamanan dilakukan guna mencegah keributan meluas di area kantor polisi.
"Kemudian petugas melerai korban dan terlapor serta mengamankannya untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut," tutup Iptu Erlyn Sumantri.