Hitung mundur 30 hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City pada 11 Juni mendatang memperlihatkan peta persaingan ketat antara tim petahana dan para penantang gelar. Laga pembuka dijadwalkan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di tengah evaluasi mendalam terhadap kebugaran pemain kunci dari negara-negara peserta.
Argentina datang sebagai juara bertahan dengan status tim konsolidasi yang memiliki identitas kuat di bawah arahan pelatih Lionel Scaloni. Meskipun memiliki mentalitas juara, skuad Albiceleste dilaporkan menghadapi kendala kedalaman skuad pada posisi bek sayap serta isu kebugaran di barisan pertahanan mereka.
Sorotan utama tertuju pada Lionel Messi yang akan mencatatkan sejarah dengan tampil di Piala Dunia keenamnya musim panas ini. Damian Didonato dari ESPN Argentina memberikan pandangannya terkait peran kapten legendaris tersebut dalam upaya mempertahankan trofi yang belum pernah diraih tim manapun selama 60 tahun terakhir.
"By appearing in his sixth World Cup, the legendary No. 10 will break the record." ujar Damian Didonato, Analis ESPN Argentina.
Selain Messi, Argentina juga mulai mempersiapkan transisi generasi dengan menyertakan talenta muda seperti Valentin Barco dan Nico Paz ke dalam daftar proyeksi skuad. Namun, ketergantungan pada dua penyerang utama, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez, tetap menjadi catatan strategis bagi tim kepelatihan Scaloni.
Di sisi lain, Brasil menghadapi tantangan berbeda akibat keterbatasan waktu adaptasi pelatih kepala Carlo Ancelotti dengan para pemain. Skuad Selecao diprediksi akan mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman seperti Danilo dan Marquinhos dengan bintang muda seperti Endrick untuk bersaing di Grup C.
Berdasarkan data bursa taruhan DraftKings Sportsbook per 13 Mei 2026, persaingan gelar juara didominasi oleh tim-tim dari Benua Eropa. Spanyol dan Prancis muncul sebagai favorit utama untuk mengangkat trofi, diikuti oleh Inggris di posisi ketiga dalam daftar unggulan.
| Grup | Tim Unggulan | Peluang (Odds) |
|---|---|---|
| Grup H | Spanyol, Uruguay | +400 |
| Grup I | Prancis, Senegal | +450 |
| Grup L | Inggris, Kroasia | +500 |
| Grup C | Brasil, Maroko | +700 |
| Grup J | Argentina, Aljazair | +750 |
| Grup K | Belgia, Maroko | +850 |
| Grup E | Jerman | +1100 |
| Grup F | Portugal | +1600 |
| Grup G | Belgia, Mesir | +2000 |
| Grup D | Australia, Amerika Serikat | +2800 |
| Grup B | Korea Selatan | +3000 |
| Grup A | Meksiko | +4000 |
Kekhawatiran cedera menghantui tim nasional Belgia, terutama terkait kondisi kebugaran Romelu Lukaku yang hanya tampil lima kali di Serie A musim ini. Manajer Rudi Garcia telah mencoba berbagai skema alternatif selama jeda internasional Maret lalu untuk mengantisipasi absennya penyerang utama tersebut.
Australia di bawah asuhan Tony Popovic memposisikan diri sebagai tim kuda hitam yang solid secara defensif dengan kembalinya bek Harry Souttar. Meskipun memiliki kecepatan dalam serangan balik melalui pemain seperti Nestory Irankunda, Socceroos dinilai masih kesulitan dalam mempertahankan penguasaan bola di area sempit.