Persib Bandung resmi meraih gelar juara kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 setelah mengungguli Borneo FC lewat penerapan regulasi rekor pertemuan head to head. Kepastian tersebut memicu polemik aturan kompetisi di antara kedua tim yang bersaing ketat di papan atas klasemen.
Poin akhir yang dikumpulkan oleh Persib Bandung dan Borneo FC berstatus identik, yaitu sama-sama mengoleksi 79 angka. Dilansir dari Suara pada Senin (25/5/2026), skuad Maung Bandung berhak menduduki posisi puncak karena memenangi duel putaran pertama dengan skor 3-1 dan menahan imbang Pesut Etam 1-1 di Samarinda.
Kondisi tersebut memicu respons dari pihak Borneo FC yang harus puas finis pada peringkat kedua. Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyatakan kekecewaan mendalam atas kegagalan timnya memenangi liga, walaupun anak asuhnya tercatat lebih unggul dalam aspek selisih gol secara keseluruhan di kompetisi.
"Sayang sekali, gelar juara hilang hanya akrena aturan h2h. Padahal jika bicara data statistik, performa Borneo FC jauh lebih unggul dari siapapun," tulis Fabio Lefundes melalui unggahan media sosial.
Unggulan statistik tersebut terlihat pada pertandingan pamungkas saat Borneo FC membukukan kemenangan besar 7-1 atas Malut United. Sebaliknya, Persib Bandung mengunci gelar juara setelah meraih hasil imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara untuk mengamankan satu poin tambahan.
Situasi perdebatan mengenai regulasi penentuan juara ini kemudian mendapat tanggapan langsung dari gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye. Pemain tengah tersebut menekankan pentingnya komitmen seluruh peserta terhadap regulasi baku yang sudah disepakati bersama sejak awal musim bergulir.
"Mungkin aturan itu ada untuk melindungi juara sejati dari hasil seperti pertandingan terakhir," tulis Thom Haye.