Manajemen Persib Bandung tengah mengupayakan perpanjangan kontrak baru untuk pelatih kepala Bojan Hodak menjelang berakhirnya kompetisi musim 2025/2026, seperti dilansir dari Suara. Upaya ini dilakukan oleh jajaran manajemen Maung Bandung karena performa sang pelatih dinilai memuaskan, meski proses penandatanganan resmi saat ini masih tertunda.
Proses komunikasi mengenai masa depan juru taktik asal Kroasia tersebut sebenarnya telah berjalan dalam waktu yang cukup lama. Namun, Bojan Hodak memilih untuk menunda finalisasi kontrak karena ingin menjaga fokus sepenuhnya pada sisa laga kompetisi yang sedang berjalan.
Faktor emosional juga menjadi alasan pihak klub tidak terburu-buru menuntut keputusan, mengingat Bojan baru saja berduka atas meninggalnya sang ibu. Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menegaskan bahwa hubungan interpersonal kedua belah pihak tetap harmonis dan saling menghormati situasi masing-masing.
“Obrolan sudah ada dari lama, cuma kami juga sangat menghormati Bojan. Beliau ingin fokus dulu sampai akhir musim,” kata Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan.
Manajemen menjadwalkan pertemuan formal lanjutan segera setelah pertandingan pamungkas musim ini selesai digelar. Langkah tersebut diambil guna memberikan kepastian resmi mengenai masa depan kepemimpinan tim kepada publik dan media massa.
“Jangan khawatir, nanti setelah tanggal 23 [laga terakhir musim ini] kami pasti akan duduk bareng dan memberikan informasi terbaru kepada teman-teman semua,” ujar Adhitia Putra Herawan.
Mengenai rumor nilai kontrak yang sempat beredar di masyarakat, manajemen meluruskan bahwa tawaran yang diajukan kali ini justru mengalami peningkatan. Nilai yang disodorkan diklaim sudah sesuai dengan ekspektasi dan performa yang ditunjukkan sang pelatih.
“Oh naik, dong! Bojan kan billing offering-nya good [tawaran yang diberikan bagus]. Apa lagi?” jelas Adhitia Putra Herawan.
Meskipun manajemen menaruh kepercayaan penuh pada kapasitas Bojan Hodak, klub tetap menerapkan sejumlah batasan internal yang ketat. Kebijakan nilai kontrak baru dipastikan harus tetap masuk akal dan sesuai dengan koridor kebutuhan anggaran finansial tim.
“Kami percaya bahwa Bojan itu pelatih yang tepat buat kami, tapi kami juga punya rules [aturan]. Kami juga melihat apakah semuanya reasonable [masuk akal] buat kami atau tidak,” kata Adhitia Putra Herawan.