Persib Bandung Selesaikan Administrasi Kontrak Daisuke Sato Terkait Sanksi FIFA

Persib Bandung Selesaikan Administrasi Kontrak Daisuke Sato Terkait Sanksi FIFA

Manajemen Persib Bandung mengklarifikasi bahwa sanksi larangan registrasi pemain baru dari FIFA dipicu oleh persoalan administrasi penyelesaian terminasi kontrak mantan pemainnya, Daisuke Sato, pada tahun 2023. Informasi resmi tersebut disampaikan oleh pihak klub di Bandung pada Sabtu, 30 Mei 2026, menyusul masuknya nama klub ke dalam daftar FIFA Registration Ban List setelah perayaan juara.

Konteks regulasi pada musim 2023/2024 mengharuskan Persib memenuhi kuota pemain asing Asia yang saat itu diisi oleh Daisuke Sato asal Filipina. Kedatangan pelatih Bojan Hodak membuat manajemen memutuskan untuk mengganti slot pemain Asia tersebut dengan kiper Kevin Ray Mendoza, sehingga kontrak Sato diputus secara sepihak demi mengakomodasi kebutuhan tim.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menegaskan bahwa sengketa ini murni masalah administratif operasional dan bukan disebabkan oleh kegagalan pembayaran hak finansial pemain. Pihak manajemen mengklaim telah memantau dan mengikuti seluruh proses hukum perkara spesifik ini sejak awal bergulir.

"Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub," ujar Adhitia dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir dari Vivagoal.

Saat ini manajemen Persib sedang menuntaskan seluruh kewajiban finansial yang tercantum dalam keputusan tersebut. Pihak klub juga tengah mengurus proses administratif susulan agar sanksi dapat segera ditinjau ulang oleh otoritas sepak bola dunia.

"Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut sebagaimana ketentuan yang berlaku," imbuh Adhitia.

Adhitia juga menjamin bahwa pembekuan aktivitas transfer ini tidak akan mengganggu program kerja tim senior. Seluruh persiapan teknis menjelang kompetisi baru dan operasional harian PT PBB tetap berjalan normal sesuai dengan rencana strategis awal.

"Aktivitas operasional, persiapan tim, serta berbagai agenda strategis yang telah direncanakan tetap berjalan dengan baik dan sesuai target," tambah pria asal Awiligar tersebut.

Pihak manajemen menilai bahwa dinamika sengketa kontrak adalah hal yang lumrah dalam industri sepak bola profesional global. Persib memilih membuka kasus ini kepada publik untuk menjaga transparansi dan memberikan pemahaman yang utuh kepada para pendukung.

"Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan itikad baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menyelesaikannya secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib," jelas Adhitia.

Langkah keterbukaan ini diambil manajemen sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi demi membangun fondasi organisasi yang sehat. Adhitia turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan yang terus mengalir dari para suporter di tengah situasi ini.

"Persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak," jelas Adhitia dalam keterangan resminya yang dikutip dari Bola.com.

Manajemen memastikan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ini secara profesional hingga tuntas. Persib kini fokus menyelesaikan seluruh proses hukum agar sanksi tertulis "until lifted" dalam sistem FIFA bisa segera dihapus.

"Kami ingin memastikan kepada seluruh bobotoh, mitra, dan masyarakat sepak bola Indonesia bahwa situasi ini tidak memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub," tegas Adhitia.

Sebagai penutup dari klarifikasinya, Adhitia kembali menekankan fokus jangka panjang klub profesional ini. Persib dipastikan tetap memprioritaskan pertumbuhan prestasi dan pemenuhan standar tata kelola klub yang baik.

"Persib akan menyelesaikan proses ini dengan penuh tanggung jawab dan tetap fokus menjalankan komitmen untuk terus bertumbuh, menjaga standar profesionalisme, serta memberikan yang terbaik bagi bobotoh dan sepak bola Indonesia," ungkap Adhitia.

Artikel terkait

Rekomendasi