Persija Jakarta dipastikan gagal mengamankan trofi kasta tertinggi sepak bola Indonesia Super League musim 2025/2026. Skuat Macan Kemayoran harus puas menyudahi kompetisi dengan menempati peringkat ketiga di papan klasemen.
Inkonsistensi performa saat berlaga di markas sendiri menjadi penyebab utama yang meruntuhkan ambisi juara mereka. Ketidakmampuan mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri dinilai menjadi pembeda dalam perburuan gelar, seperti dikutip dari Suara.
Kelemahan mental di pertandingan kandang memicu hilangnya momentum penting saat tim rival terus melaju konsisten. Kegagalan ini memutus harapan klub ibu kota untuk mematahkan dominasi rival abadi mereka di posisi teratas.
"Mengenai musim ini, saya rasa kita seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi," tutur Mauricio Souza.
Statistik mencatat skuat asal Jakarta ini sebenarnya memiliki catatan yang sangat impresif ketika bermain di markas lawan. Karakter bermain agresif yang diterapkan pelatih asal Brasil tersebut justru lebih efektif meredam tekanan tim tuan rumah.
Sangat disayangkan, ketajaman saat melakoni laga tandang tersebut tidak membekas ketika mereka tampil di rumah sendiri. Macan Kemayoran kerap kehilangan sentuhan terbaik akibat tekanan tinggi untuk selalu menang di area sendiri.
"Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar di kompetisi, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang," lanjut pelatih asal Brasil itu.
Rangkaian hasil minor di markas sendiri menjadi bukti rapuhnya pertahanan dan lini serang Persija. Sejumlah tim non-unggulan tercatat berhasil mencuri poin penuh maupun menahan imbang Macan Kemayoran.
Kekalahan menyakitkan dari Arema FC serta hasil imbang melawan Dewa United dan Borneo FC menjadi noda hitam. Kehilangan poin-poin krusial inilah yang membuat selisih angka dengan pemuncak klasemen menjadi kian menjauh.
"Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin. Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami," tutur Souza.
Persija Jakarta menyudahi kompetisi Super League musim 2025/2026 lewat raihan 71 poin. Jumlah poin tersebut terpaut delapan angka dari sang jawara kompetisi.
Di sisi lain, Persib Bandung sukses mengunci gelar juara liga untuk ketiga kalinya secara beruntun musim ini. Pangeran Biru memastikan trofi setelah bermain imbang tanpa gol kontra Persijap Jepara di laga pamungkas.
Koleksi poin akhir Persib sebenarnya sama dengan Borneo FC yang berada di peringkat kedua klasemen. Namun, skuat asuhan Bojan Hodak dinyatakan berhak atas trofi juara karena unggul catatan head-to-head.
Selain kehilangan poin dari tim papan tengah, Persija juga tercatat menelan kekalahan dua kali dari Persib. Macan Kemayoran takluk 0-1 di Bandung dan kembali menyerah 1-2 saat menjamu sang rival di Samarinda.