Persija Jakarta memulai langkah baru dengan memperkenalkan juru taktik anyar untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Pengenalan nakhoda baru skuad Macan Kemayoran tersebut dilangsungkan di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara.
Dikutip dari Suara, manajemen mengambil tindakan cepat ini demi mengakhiri periode minim gelar pada musim mendatang. Agenda pengumuman yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB menjadi jawaban atas rumor yang beredar di kalangan pencinta sepak bola nasional.
Nama mantan arsitek Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kini menguat sebagai kandidat utama yang akan mengisi kursi pelatih. Manajemen klub juga telah memberikan sinyal mengenai perombakan besar ini lewat kampanye digital sejak akhir pekan lalu.
"Babak baru perjalanan Persija akan dimulai. Sosok yang akan memimpin Macan Kemayoran menuju era berikutnya akan segera diperkenalkan. The New Chapter: Coach Introduction and Press Conference," tulis Persija melalui akun Instagram resminya, Minggu (7/6/2026).
Unggahan tersebut memicu optimisme besar di kalangan suporter fanatik mereka, The Jakmania. Diskusi di ruang digital mengindikasikan bahwa proses negosiasi dengan pelatih internasional tersebut telah menemui titik temu.
Kabar merapatnya juru taktik asal Korea Selatan ke ibu kota ini didukung oleh laporan media asing. Media asal Korea Selatan, News Worker, menyebutkan adanya komunikasi intensif yang terjalin senyap sejak pertengahan April 2026.
Kesepakatan prinsipil mengenai durasi kerja sama jangka panjang dilaporkan sudah mengikat kedua belah pihak. Kontrak selama dua musim dengan opsi perpanjangan menjadi landasan utama proyeksi kebangkitan raksasa Jakarta ini.
Kehadiran sosok tegas di kursi kepelatihan diharapkan mampu mengubah mentalitas bertanding skuad Persija Jakarta. Langkah berani ini sekaligus menjadi titik akhir dari evaluasi total manajemen setelah kegagalan strategi pada musim sebelumnya.
Sebelumnya, Persija Jakarta dipastikan telah berpisah dengan Mauricio Souza setelah kompetisi musim 2025/2026 usai. Momentum ini langsung dimanfaatkan direksi klub untuk memburu suksesor yang memiliki rekam jejak juara.
Manajemen menetapkan standar tinggi dalam pencarian pelatih demi mengembalikan marwah klub di kompetisi tertinggi. Target yang dibebankan kini adalah meraih supremasi tertinggi sebagai juara Super League.
"As sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru," ujar Direktur Persija, Mohamad Prapanca.
Pihak manajemen berkomitmen menyelesaikan proses administratif secepatnya agar program persiapan pra-musim berjalan optimal. Fokus utama klub saat ini adalah menyelaraskan visi taktis pelatih baru dengan kebijakan transfer pemain.
"Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” tambahnya.
Restrukturisasi total pada sektor teknis ini tidak lepas dari ambisi besar Persija Jakarta untuk bangkit dari masa transisi. Kegagalan menempati posisi puncak pada musim 2025/2026 mendasari keputusan perombakan skuad ini.
Mendatangkan pelatih bereputasi internasional menjadi strategi utama untuk menandingi kekuatan klub rival di Super League 2026/2027. Jakarta International Stadium dipilih sebagai lokasi pengenalan untuk menjadi simbol kemegahan awal perjuangan baru klub.