Klub sepak bola Persija Jakarta resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai juru taktik baru mereka dalam acara perkenalan di Jakarta International Stadium pada Senin (8/6/2026) siang WIB.
Langkah manajemen Macan Kemayoran ini mengonfirmasi rumor yang telah beredar belakangan ini mengenai kepindahan sang pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Presiden Klub Persija Jakarta, Mohammad Prapanca, menghadiri langsung prosesi pengenalan resmi arsitek baru tim ibu kota tersebut, seperti dilansir dari Detik Sport.
Penunjukan ini mencatatkan sejarah baru karena Shin Tae-yong menjadi pelatih pertama yang berasal dari Korea Selatan untuk menangani Persija Jakarta sejak tahun 1962.
Berdasarkan catatan sejarah klub, tim kebanggaan warga Jakarta ini sebelumnya lebih sering menggunakan jasa pelatih asing yang berasal dari Brasil, Spanyol, Jerman, Italia, Bulgaria, hingga Moldova.
Berikut adalah daftar juru taktik asing yang pernah tercatat menukari skuad Persija Jakarta:
| Pelatih | Negara |
|---|---|
| Shin Tae-yong | Korea Selatan |
| Mauricio Souza | Brasil |
| Carlos Pena | Spanyol |
| Thomas Doll | Jerman |
| Angelo Alessio | Italia |
| Sergio Farias | Brasil |
| Edson Tavares | Brasil |
| Julio Banuelos | Spanyol |
| Ivan Kolev | Bulgaria |
| Stefano Cugurra | Brasil |
| Paulo Camargo | Brasil |
| Carlos Garcia Cambon | Argentina |
| Iurie Arcan | Moldova |
| Sergei Dubrovin | Moldova |
| Marek Janota | Polandia |
Meskipun Shin Tae-yong telah resmi bergabung, rekor rata-rata raihan poin tertinggi per pertandingan untuk pelatih asing di Persija masih dipegang oleh pendahulunya, Mauricio Souza.
Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut mengungguli deretan nama juru taktik luar negeri lainnya yang pernah menukangi Macan Kemayoran dalam beberapa musim terakhir.
Berikut adalah rincian lima pelatih asing dengan catatan poin per laga terbaik bersama Persija Jakarta:
| Pelatih | PPG |
|---|---|
| Mauricio Souza | 2,06 |
| Sergio Farias | 2,00 |
| Stefano Cugurra "Teco" | 1,79 |
| Thomas Doll | 1,62 |
| Edson Tavares | 1,60 |
Terdapat catatan khusus untuk Stefano Cugurra atau Teco, di mana ia menukangi Persija saat masih berstatus sebagai pelatih asing sebelum akhirnya resmi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada Mei 2025.