Manajemen Persija Jakarta secara resmi mengakhiri masa kerja sama dengan pelatih kepala Mauricio Souza beserta seluruh jajaran staf kepelatihannya. Langkah ini diambil oleh manajemen setelah melakukan proses evaluasi secara menyeluruh terhadap performa tim.
Keputusan pemutusan hubungan kerja tersebut terjadi karena pelatih asal Brasil itu dinilai gagal memenuhi target utama yang sebelumnya telah disepakati dalam kontrak kerja. Seperti yang dikutip dari Suara, klub berjuluk Macan Kemayoran ini langsung bergerak cepat untuk mencari sosok arsitek baru guna menyongsong musim kompetisi 2026/2027.
Manajemen tim ibu kota kini dilaporkan sudah mulai membuka jalur komunikasi dengan beberapa kandidat yang diproyeksikan menjadi nahkoda baru. Direktur Persija, Mohamad Prapanca, memberikan penegasan bahwa pihak klub akan segera mengambil keputusan penting ini demi mematangkan persiapan tim menghadapi kompetisi musim depan.
Persija Jakarta mematok target besar kepada juru taktik baru nantinya, yakni mengembalikan trofi juara ke ibu kota. Ambisi besar tersebut berkaitan erat dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Jakarta yang jatuh pada musim kompetisi 2026/2027.
Oleh karena itu, jajaran manajemen ingin memastikan bahwa kursi kepelatihan diisi oleh sosok yang benar-benar sejalan dengan visi jangka panjang klub.
“Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru,” kata Prapanca kepada awak media.
“Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027,” lanjutnya.
Langkah mendepak Mauricio Souza dari kursi pelatih tergolong cukup mengejutkan bagi publik sepak bola nasional. Pasalnya, setelah pertandingan melawan Semen Padang FC di Jakarta International Stadium pada Sabtu (23/5/2026), Mauricio Souza sempat mengungkapkan bahwa proses negosiasi kontraknya berjalan ke arah yang positif.
Meski demikian, manajemen Macan Kemayoran tetap membulatkan tekad untuk mengambil jalur berbeda setelah meninjau kembali pencapaian kolektif tim sepanjang musim. Di bawah kendali pelatih asal Brasil tersebut, performa Persija sebenarnya memperlihatkan grafik peningkatan yang cukup signifikan.
Tim kebanggaan Jakmania ini sukses mengemas raihan poin tertinggi mereka dalam kurun waktu satu dekade terakhir, semenjak Liga Indonesia kembali menerapkan format kompetisi satu wilayah. Persija menyudahi musim kompetisi dengan torehan 71 poin, yang didapat dari hasil 22 kali menang, 5 kali imbang, dan 7 kali kalah.
Gaya permainan Macan Kemayoran juga bertransformasi menjadi lebih berkarakter, agresif, serta tampil mendominasi dalam mayoritas pertandingan. Strategi menyerang yang diterapkan secara konsisten membuat Persija beberapa kali memetik kemenangan meyakinkan atas rival-rivalnya di lapangan.
Namun, semua catatan impresif tersebut ternyata dinilai belum mampu melampaui klausul target yang sudah disepakati dalam kontrak kerja sang pelatih. Faktor kegagalan memenuhi target utama inilah yang menjadi dasar kuat bagi manajemen untuk menyudahi kebersamaan.
Selain Mauricio Souza, jajaran asisten dan staf teknis juga dipastikan ikut meninggalkan klub. Mereka adalah Italo Bartole Resende (asisten pelatih), Vitor Branco da Cruz (pelatih fisik), Gerson Rodrigues Rios (pelatih kiper), Caio Araujo (analis tim), serta Claudio Luzardi yang bertindak sebagai interpreter.
“Coach Mauricio telah membawa karakter yang kuat bagi wajah Persija musim ini. Namun, karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak, maka kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan,” ujar Prapanca.
“Kami mendoakan Mauricio beserta stafnya, Coach Italo, Vitor, Gerson, Caio, dan Luzardi, agar semakin sukses dan bersinar di perjalanan berikutnya,” tuturnya.