Persija Jakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan juru taktik asal Brasil, Mauricio Souza. Keputusan ini diambil setelah kompetisi Super League 2025/2026 berakhir musim ini.
Langkah manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran ini mulai mendapat respons dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, seperti dikutip dari Suara.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Diky menyampaikan salam perpisahan serta doa terbaik untuk kelanjutan karier Mauricio Souza. Ia mengapresiasi kontribusi positif yang telah diberikan sang pelatih selama memimpin skuad Persija Jakarta.
Menurut pandangan Diky, kebijakan mengganti nakhoda tim bukan keputusan mendadak. Manajemen klub diyakini telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim sepanjang musim, baik dari aspek teknis maupun nonteknis.
Kinerja Mauricio Souza sebenarnya membawa Persija Jakarta finis di peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan 71 poin. Juru taktik asal Brasil tersebut mencatatkan 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Pencapaian ini menjadi salah satu torehan terbaik klub ibu kota dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sejak kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia menggunakan format liga penuh satu wilayah.
Meski mengukir catatan impresif, target utama klub sejak awal musim tetaplah merengkuh gelar juara. Kegagalan memenuhi target tersebut membuat evaluasi besar menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari.
"Sukses di mana pun kau berada, Coach . Targetnya memang juara, ketika target tidak tercapai, evaluation pasti dilakukan. Dalam evaluasi pasti ada pembicaraan lebih dalam tentang situasi di dalam dan di luar pertandingan," ujar Diky Soemarno.
Diky menghormati keputusan manajemen klub yang saat ini tengah menyusun rencana baru untuk menyongsong musim depan. Ia berharap arsitek anyar yang akan datang mampu meneruskan fondasi positif yang telah ditinggalkan oleh Mauricio Souza.
Selain itu, pelatih baru diharapkan bisa membenahi berbagai kekurangan tim. Diky menegaskan bahwa klub sebesar Persija Jakarta harus memiliki proyek pembangunan jangka panjang yang jelas dan dibarengi dengan prestasi nyata.
Persija Jakarta sendiri diketahui sedang mempersiapkan target besar untuk musim-musim mendatang. Tim Macan Kemayoran membidik gelar juara pada tahun 2027, yang bertepatan dengan momentum perayaan 500 tahun Kota Jakarta.
โYang terpenting, Persija harus punya pondasi ke depan seperti apa. Ah yayasan. Prestasi padahal yang paling penting,โ ujar Diky Soemarno.