Persija Jakarta secara resmi mengakhiri kerja sama dengan juru taktik mereka, Mauricio Souza. Manajemen Macan Kemayoran kini langsung bergerak cepat untuk mencari arsitek baru yang ditargetkan mampu membawa tim meraih gelar juara.
Keputusan untuk tidak memperpanjang masa bakti Mauricio Souza diambil setelah kompetisi Super League 2025/2026 rampung, seperti dilansir dari Detik Sport. Juru taktik berkebangsaan Brasil tersebut sebelumnya memang hanya diikat dengan kontrak berdurasi satu musim.
Rekam jejak Mauricio Souza bersama klub ibu kota sebenarnya tidak bisa dikatakan mengecewakan meskipun belum berhasil menyumbang trofi. Persija Jakarta sempat berada di jalur persaingan papan atas demi memperebutkan takhta juara bersama Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
Kendati demikian, sejumlah hasil minor dalam pertandingan kandang membuat Persija Jakarta kehilangan momentum penting hingga akhirnya harus merelakan gelar juara. Saat ini, jajaran manajemen dilaporkan sudah memulai langkah penjajakan dengan beberapa kandidat pelatih baru.
"Sebagai penggantinya, kami sudah menjalin komunikasi dengan kandidat pelatih baru. Dalam waktu dekat, kami akan menentukan sosok yang paling tepat untuk membawa Persija meraih juara pada musim 2026/2027," tulis keterangan Persija.
Langkah cepat ini menjadi bukti keseriusan Persija Jakarta dalam membangun kekuatan skuad demi menyongsong prestasi besar pada beberapa tahun mendatang.
Tim Macan Kemayoran membidik dua momen bersejarah yang dinilai sangat spesial, yakni hari jadi ke-500 Kota Jakarta pada tahun 2027 serta ulang tahun ke-100 Persija pada tahun 2028. Oleh sebab itu, manajemen berambisi membentuk komposisi tim yang tangguh dan memiliki mental juara.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan telah mempersiapkan agenda khusus untuk menyokong klub kebanggaan ibu kota ini. Ia berencana mendatangkan klub papan atas dari Eropa untuk bertanding melawan Persija Jakarta dalam rangkaian perayaan hari ulang tahun Jakarta. Agenda besar tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi Persija serta memajukan kancah sepak bola di Jakarta.
Di samping memburu trofi juara, Persija Jakarta juga mengusung target jangka panjang yang tidak kalah penting. Manajemen klub bertekad untuk memiliki stadion sendiri agar skuad Macan Kemayoran tidak perlu lagi berstatus sebagai tim musafir ketika melakoni laga kandang.
Sepanjang bergulirnya beberapa musim terakhir, Persija Jakarta memang kerap dipaksa berpindah-pindah stadion demi bisa menggelar pertandingan kandang mereka.