Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru

Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru

Manajemen Persija Jakarta resmi mengumumkan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sebagai pelatih utama baru untuk mengomandoi skuad Macan Kemayoran pada musim 2026/2027 dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS) pada Senin (8/6/2026) siang.

Acara perkenalan juru taktik asal Korea Selatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus klub, termasuk Presiden Klub Persija Jakarta, Mohamad Prapanca. Shin Tae-yong, yang saat ini berstatus bebas transfer setelah menyelesaikan kontraknya di Liga Korea, diperkenalkan ke publik dengan mengenakan jas lengkap dan ditemani oleh penerjemahnya, Jeje.

Langkah manajemen ini sekaligus menjawab spekulasi dan rumor hangat di media sosial yang sempat dipicu oleh kehadiran Shin Tae-yong di tribune penonton pada laga kandang Persija beberapa waktu lalu. Pihak manajemen Macan Kemayoran telah melakukan proses pencarian intensif sejak pertengahan musim lalu guna menggantikan posisi Mauricio Souza yang kontraknya berakhir pada 26 Mei 2026.

"Prosesnya sangat panjang, di week ke-27 atau ke-25, kami melakukan diskusi yang cukup intens di internal kami, kami melihat perkembangan Persija saat itu hingga kami memutuskan untuk mulai mendiskusikan mengenai head coach. Pelatih kami saat itu juga sudah memberikan yang terbaik. Tapi, kami mempunyai target yang cukup tinggi, kami mulai untuk mencari pelatih baru untuk musim 2026/2027," kata Prapanca.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa pemilihan juru taktik berusia 55 tahun ini didasarkan atas kebutuhan figur berkarakter kuat, berpengalaman di level tertinggi, serta memiliki filosofi yang gemar mengorbitkan pemain muda. Hal tersebut dinilai selaras dengan keberadaan akademi Persija Young Tigers guna mewujudkan target membawa kembali trofi kasta tertinggi ke Ibu Kota.

"Sengaja kita pilih di JIS kita berharap JIS nanti akan jadi kandang kita untuk musim yang akan datang," tutur Prapanca.

Manajemen Persija Jakarta berharap momentum penunjukan ini menjadi titik balik prestasi tim, sekaligus mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari suporter The Jakmania.

"Ini adalah hari penting untuk perjalanan Persija, suatu hashtag baru untuk membawa klub terus berkembang dengan target-target yang ingin kami capai." tutur Prapanca.

Evaluasi menyeluruh telah dilakukan bersama pemangku kepentingan untuk menemukan sosok arsitek lapangan hijau yang paling sesuai dengan visi dan misi masa depan klub.

"Pemilihan pelatih baru bukan hal yang kami pilih dalam waktu singkat, kami manajemen dan stakeholder telah diskusi matang untuk melakukan evaluasi, diskusi, dan pencarian untuk menemukan sosok paling sesuai dengan visi dan misi Persija," tuturnya.

Kriteria utama yang dicari oleh manajemen mencakup kemampuan membangun budaya kompetitif yang berkelanjutan serta pemahaman mendalam terhadap tuntutan sepak bola modern.

"Persija butuh figur dengan pengalaman level tertinggi, level kepemimpinan kuat, memahami tuntutan sepak bola modern, dan membangun budaya kompetitif dan keberlanjutan." tuturnya.

Sinergi antara seluruh elemen klub dan Kota Jakarta diharapkan dapat terus berjalan harmonis demi menghadapi ketatnya kompetisi di masa mendatang.

"Semoga pilihan kita ini titik balik masa depan Persija." tutur Prapanca.

Melalui kerja sama baru ini, manajemen berkomitmen untuk terus berjuang memenuhi ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada tim ibu kota.

"Terima kasih kepada seluruh Jakmainia yang terus memberikan dukungan dan kecintaan terhadap Persija." tutur Prapanca.

Komitmen bersama ini diharapkan mampu mengembalikan mental juara Macan Kemayoran di kancah sepak bola nasional.

"Atas nama Kota Jakarta saya harap sinergi ini akan terus berlanjut dan kita sama-sama berjuang di masa yang akan datang." tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, pelatih baru Persija membeberkan alasannya menerima pinangan manajemen klub setelah sempat menangani skuad Garuda selama lima tahun.

"Sebelummya memang melatih di Timnas Indonesia selama lima tahun jadi sangat mengenal stadion utama di Jakarta , GBK dan JIS," ujar Shin via Jeje kepada media berkumpul.

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut juga mengungkapkan pandangan objektifnya mengenai reputasi besar yang dimiliki oleh tim barunya di kancah domestik.

"Coach Shin paling kenal bersama Persija. Shin merasakan juga Persija tim terbaik di Indonesia." ujar Shin via Jeje kepada media berkumpul.

Kendati menyadari persaingan sengit di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, hasil pertemuan dengan manajemen membulatkan tekadnya untuk mengambil tantangan baru demi kemajuan sepak bola nasional.

"Memang banyak tim bagus di Super League seperti Persib, Persija, Borneo Bali tetapi dengan adanya meeting dengan pihak Persija jadi ingin menantang di Super League Indonesia. Baik itu secara prestasi, sistem, dan ingin mengembangkan lebih lagi untuk perkembangan sepak bola Indonesia." ujar Shin via Jeje kepada media berkumpul.

Sebelum kedatangan Shin Tae-yong, Persija Jakarta di bawah asuhan Mauricio Souza mengakhiri musim dengan mengoleksi 71 poin lewat catatan 22 kemenangan, lima kali imbang, dan tujuh kekalahan, yang menjadi perolehan poin tertinggi klub dalam satu dekade terakhir sejak kompetisi Liga Indonesia menggunakan format satu wilayah.

Artikel terkait

Rekomendasi