Persija Jakarta mendapatkan kabar buruk menjelang pertandingan besar melawan Persib Bandung pada lanjutan Super League 2025/2026. Klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut dijatuhi sanksi finansial dalam jumlah besar oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Hukuman ini merupakan konsekuensi dari sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh oknum suporter. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Suara, total denda yang harus dibayarkan manajemen Persija mencapai angka Rp175 juta.
Rentetan sanksi ini bermula dari insiden yang terjadi saat pertandingan tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 April 2026. Terdapat tiga poin utama pelanggaran yang dicatat secara resmi oleh pihak regulator kompetisi.
Pelanggaran pertama berkaitan dengan kehadiran suporter tim tamu di stadion, yang secara tegas dilarang dalam regulasi kompetisi saat ini. Atas kelalaian tersebut, Persija Jakarta dikenakan denda sebesar Rp25 juta.
Sanksi paling berat muncul akibat adanya penyalaan flare dan petasan di area tribun penonton. Komdis PSSI menetapkan denda sebesar Rp120 juta untuk aksi pembakaran alat pemberi isyarat cahaya tersebut selama pertandingan berlangsung.
Selain itu, terdapat laporan mengenai pelemparan benda-benda ke arah lapangan pertandingan yang dilakukan oleh pendukung. Tindakan yang dinilai mengganggu jalannya laga ini berujung pada tambahan denda senilai Rp30 juta.
| Jenis Pelanggaran | Nilai Denda (Rp) |
|---|---|
| Kehadiran Suporter Tamu | 25.000.000 |
| Penyalaan Flare dan Petasan | 120.000.000 |
| Pelemparan Benda ke Lapangan | 30.000.000 |
Keputusan sanksi ini dirilis secara resmi oleh PSSI pada Rabu, 6 Mei 2026. Akumulasi denda sebesar Rp175 juta ini menjadi beban tambahan bagi klub di tengah persiapan teknis tim.
Dampak Menjelang Laga Kontra Persib Bandung
Hadirnya hukuman finansial ini menjadi perhatian serius karena bertepatan dengan persiapan laga sarat gengsi menghadapi Persib Bandung. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026 mendatang.
Hingga saat ini, lokasi resmi untuk pertandingan klasik tersebut masih belum ditetapkan oleh pihak penyelenggara. Laga melawan Persib dinilai sangat krusial karena kedua tim tengah bersaing ketat di papan atas klasemen sementara.
Situasi ini menuntut manajemen dan suporter untuk lebih disiplin dalam mematuhi regulasi liga guna menghindari kerugian lebih lanjut. Sanksi tersebut diprediksi akan memengaruhi konsentrasi tim dalam menghadapi persaingan menuju gelar juara.