Lini pertahanan Persebaya Surabaya mencatatkan tiga kemenangan tanpa kebobolan secara berturut-turut pada fase akhir Super League 2025/2026 hingga Kamis (7/5/2026). Keberhasilan menjaga kesucian gawang ini diraih setelah tim asuhan Bernardo Tavares menaklukkan Malut United, Arema FC, dan PSBS Biak.
Soliditas lini belakang Bajul Ijo kini bertumpu pada kematangan duet Gustavo Fernandes dan Risto Mitrevski yang menjadi fondasi utama tim. Koordinasi yang disiplin di antara keduanya mampu meminimalkan ancaman berbahaya lawan sekaligus menjaga tren positif di papan klasemen sementara.
Bek Persebaya, Gustavo Fernandes menjelaskan bahwa catatan nirbobol dalam tiga laga terakhir merupakan hasil dari pengorganisasian permainan yang melibatkan seluruh elemen tim di lapangan.
"Menurut saya, kunci utamanya adalah kerja sama tim. Semua dimulai dari lini depan hingga belakang. Ketika lini tengah melakukan pressing dengan baik dan penyerang ikut membantu menutup ruang, kami di belakang tidak terlalu banyak menghadapi situasi berbahaya," ujar Gustavo Fernandes, Pemain Persebaya.
Pemain asal Brasil tersebut juga menekankan pentingnya aspek psikologis dan pembacaan arah bola yang tepat untuk mengantisipasi serangan lawan selama pertandingan berlangsung.
"Yang terpenting adalah menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, membaca permainan lawan, serta disiplin dalam duel dan penempatan posisi," imbuh Gustavo Fernandes, Pemain Persebaya.
Meskipun tidak langsung tampil padu saat awal dipasangkan, komunikasi intensif antara Gustavo dan Risto kini menjadi faktor kunci sulitnya gawang Persebaya ditembus lawan.
"Tidak ada rahasia khusus. Ini hasil dari kerja keras, dedikasi, dan permainan kolektif. Clean sheet adalah tanggung jawab semua pemain di lapangan," kata Gustavo Fernandes, Pemain Persebaya.
Mantan pemain Arema FC tersebut menegaskan bahwa kualitas kerja sama di jantung pertahanan tim asal Kota Pahlawan ini terus meningkat secara signifikan setiap pekannya.
"Kerja sama kami semakin baik. Di lapangan kami terus berkomunikasi untuk menjaga posisi dan membaca situasi," sambung Gustavo Fernandes, Pemain Persebaya.
Stabilitas pertahanan ini menjadi modal krusial bagi Persebaya yang saat ini telah mengoleksi 51 poin dan menembus posisi lima besar klasemen berdasarkan data resmi persebaya.id dan Kompas.com.