Legenda Manchester United Peter Schmeichel mendesak manajemen Setan Merah agar segera mengamankan jasa gelandang Sunderland, Granit Xhaka, pada Selasa, 5 Mei 2026. Langkah ini dinilai sebagai solusi krusial untuk mengatasi kekosongan figur pemimpin di dalam skuad arahan Michael Carrick tersebut.
Kebutuhan akan sosok berpengalaman di Old Trafford semakin mendesak mengingat Casemiro diprediksi akan meninggalkan klub pada akhir musim ini. Schmeichel menganggap Xhaka, yang kini berusia 33 tahun, sebagai profil yang tepat untuk membimbing para pemain muda potensial.
"Menurut saya, kita harus merekrut Xhaka. Inilah pendapat saya: yang akan kita lakukan adalah membangun tim di sekitar Kobbie, kan. Sekarang Casemiro akan pergi. Sekarang Anda mendatangkan seseorang seperti [Adam] Wharton, [Elliot] Anderson, atau siapa pun… mereka masih muda, belum teruji. Yang kita butuhkan dan yang sebenarnya belum kita miliki selain Harry [Maguire] dan Bruno [Fernandes] di tim itu adalah kepemimpinan yang mumpuni," kata Schmeichel dalam podcast The Good, The Bad & The Football.
Mantan penjaga gawang asal Denmark tersebut juga menyoroti aspek finansial dalam rencana transfer ini. Xhaka sebelumnya diboyong Sunderland dari Bayer Leverkusen seharga £17 juta pada musim panas 2025.
"Saya punya satu saran perekrutan, mungkin kontroversial, tetapi saya pikir kita harus merekrut Xhaka. Lebih murah," ujar Schmeichel melalui kanal YouTube The Good, The Bad and The Football yang dikutip VIVA.
Performa Sunderland yang saat ini bertengger di posisi ke-12 klasemen sementara Liga Premier tidak lepas dari kontribusi pemain tim nasional Swiss tersebut. Berdasarkan data statistik, Xhaka telah dipercaya sebagai starter dalam 29 pertandingan liga untuk The Black Cats musim ini.
"Ketika saya melihat apa yang telah dilakukan Xhaka untuk Sunderland, Xhaka adalah alasan mengapa mereka berada di posisi saat ini," tambah Schmeichel.
Stabilitas fisik pemain menjadi poin tambahan yang ditekankan oleh Schmeichel menjelang turnamen besar mendatang. Ia meyakini kemampuan teknis Xhaka masih berada di level tertinggi untuk bersaing di kompetisi papan atas.
"Dia benar-benar luar biasa, kualitas kepemimpinannya hebat, dia bisa bermain di 80 persen pertandingan, dia adalah pemain yang sangat bagus. Kami sangat membutuhkan lebih banyak kepemimpinan," lanjut Schmeichel dilansir dari goal.com.
Manchester United saat ini memang tengah memantau beberapa nama gelandang seperti Sandro Tonali dan Aurelien Tchouameni. Namun, kemampuan kepemimpinan Xhaka akan diuji secara langsung saat United bertandang ke Stadium of Light untuk menghadapi Sunderland pada pekan depan.