Legenda Manchester United Peter Schmeichel menyarankan klub untuk mendatangkan Granit Xhaka dari Sunderland sebagai pengganti jangka pendek Casemiro pada bursa transfer musim panas 2026. Penilaian ini didasari atas minimnya sosok kepemimpinan di skuad Setan Merah saat ini, sebagaimana dilansir dari Bola.
Kebutuhan gelandang bertahan baru menjadi krusial bagi Manchester United setelah Casemiro memutuskan untuk angkat kaki pada akhir musim. Selain kepergian pemain asal Brasil tersebut, klub juga berencana melepas Manuel Ugarte demi memberikan ruang bagi pertumbuhan bakat muda mereka, Kobbie Mainoo.
Harga pasar Xhaka yang berada di kisaran 17 juta pound atau sekitar 401 miliar rupiah dianggap sangat terjangkau bagi anggaran belanja klub. Schmeichel menegaskan bahwa mantan kapten Arsenal itu memiliki atribut yang dibutuhkan untuk membimbing para pemain muda di Old Trafford.
"Saya rasa kami harus merekrut Xhaka. Saya berpendapat, yang akan kami lakukan adalah membangun tim di sekitar Kobbie, kan? Sekarang Casemiro akan pergi," ujar Schmeichel, mantan kiper Manchester United.
Pernyataan tersebut menyoroti perbedaan profil antara Xhaka dengan beberapa target transfer klub lainnya. Manchester United sebelumnya dikabarkan memantau sejumlah nama seperti Adam Wharton dari Crystal Palace, Elliot Anderson milik Nottingham Forest, hingga gelandang West Ham United, Matheus Fernandes.
"Sekarang kami bisa mendatangkan seseorang seperti (Adam) Wharton, (Elliot) Anderson atau siapa pun… yang masih muda, yang masih belum berpengalaman," kata Schmeichel.
Kiper legendaris asal Denmark tersebut menekankan bahwa kehadiran pemain senior sangat penting untuk menjaga keseimbangan tim. Ia melihat saat ini hanya ada sedikit figur pemimpin yang tersisa dalam komposisi pemain asuhan Erik ten Hag.
"Yang kami butuhkan dan yang sebenarnya tidak kami miliki selain Harry Maguire dan Bruno Fernandes di tim itu adalah kepemimpinan yang tepat," imbuh Schmeichel.
Performa impresif Xhaka bersama tim promosi Sunderland pada musim 2025-2026 menjadi alasan kuat di balik rekomendasi Schmeichel. Hingga April 2026, The Black Cats berhasil menduduki peringkat ke-12 klasemen sementara Liga Inggris berkat kontribusi signifikan pemain berusia 33 tahun tersebut.
"Ketika saya melihat apa yang telah dilakukan Xhaka untuk Sunderland, Xhaka adalah alasan mereka berada di posisi mereka sekarang," tambah Schmeichel.
Transformasi kepemimpinan Xhaka sejak pindah ke Sunderland dinilai telah membuktikan kualitasnya sebagai jenderal lapangan tengah. Schmeichel menganggap Xhaka masih memiliki kebugaran fisik yang mumpuni untuk bersaing di level tertinggi kompetisi domestik.
"Dia benar-benar luar biasa, kualitas kepemimpinannya hebat, dia bisa bermain di 80 persen pertandingan, dia pemain yang sangat bagus. Kami sangat membutuhkan lebih banyak kepemimpinan," imbuh Schmeichel.