Petisi Jual Kylian Mbappe Tembus 44 Juta Tanda Tangan

Petisi Jual Kylian Mbappe Tembus 44 Juta Tanda Tangan

Kylian Mbappe kini tengah menjadi sasaran kemarahan para pendukung Real Madrid seiring dengan krisis yang melanda klub tersebut. Sebuah petisi daring yang menuntut agar pihak klub segera menjual Mbappe dilaporkan telah mengumpulkan puluhan juta dukungan.

Dilansir dari Detik Sport, penyerang asal Prancis tersebut sebenarnya telah mencetak 85 gol dalam 100 penampilan bersama Los Blancos sejak kedatangannya pada musim panas 2024. Namun, performa kolektif Real Madrid justru dianggap menurun drastis sejak kehadirannya.

Klub raksasa Spanyol ini berada dalam ancaman tanpa gelar utama selama dua musim berturut-turut. Pada musim 2025/2026, langkah Madrid terhenti di babak perempat final Liga Champions serta babak 16 besar Copa del Rey, dan kini tertinggal jauh dari Barcelona di LaLiga.

Ketegangan semakin memuncak akibat perilaku Mbappe di luar lapangan yang dinilai tidak sensitif terhadap situasi sulit tim. Ia diketahui pergi berlibur ke Italia bersama kekasihnya, Ester Esposito, saat sedang menjalani proses pemulihan cedera hamstring.

Meskipun pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan bahwa perjalanan tersebut telah mendapatkan izin resmi, para suporter tetap merasa kecewa. Mbappe baru kembali ke Madrid pada Minggu (3/5) malam, hanya beberapa menit sebelum laga tandang melawan Espanyol dimulai.

Kekecewaan Madridista memicu munculnya petisi di situs mbappeout.com yang mendesak manajemen untuk segera melego sang pemain pada bursa transfer musim panas mendatang. Hingga Jumat (8/5) siang WIB, jumlah tanda tangan pada petisi tersebut telah mencapai 44.340.304.

Kylian Mbappe saat ini masih terikat kontrak resmi dengan Real Madrid hingga musim panas 2029. Sejauh ini, pihak manajemen klub dilaporkan belum memiliki rencana untuk menjual mantan bintang Paris Saint-Germain tersebut.

Kondisi internal tim pun dikabarkan semakin memanas akibat saga ini. Dalam satu pekan terakhir, terjadi sejumlah insiden perselisihan antar pemain, termasuk ketegangan antara Antonio Ruediger dengan Alvaro Carreras.

Konflik internal yang paling serius melibatkan Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde. Perselisihan di antara keduanya berujung pada cedera fisik yang menyebabkan Valverde harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Artikel terkait

Rekomendasi