Sebanyak dua belas juta penggemar Real Madrid telah menandatangani petisi daring yang menuntut kepergian Kylian Mbappe dari klub karena dinilai memiliki sikap sombong dan kurang dedikasi. Gelombang protes ini mencuat pada Mei 2026 saat sang bintang justru kedapatan berlibur di Sisilia di tengah masa pemulihan cedera.
Meskipun penyerang asal Prancis tersebut berhasil mengoleksi 41 gol dari 41 pertandingan sepanjang musim ini, publik Santiago Bernabeu menganggapnya sebagai sumber permasalahan utama tim. Kondisi internal klub dilaporkan memanas seiring dengan tersingkirnya Real Madrid dari Liga Champions dan tertinggalnya poin dari pemuncak klasemen.
Real Madrid saat ini tertinggal sebelas poin dari FC Barcelona di kompetisi La Liga dengan menyisakan empat pertandingan saja. Selain kegagalan prestasi, hubungan Mbappe dengan rekan setim seperti Vinicius Jr. dan Jude Bellingham dikabarkan tidak harmonis karena adanya rasa ketidaksukaan dari pihak pemain Prancis tersebut.
Ketegangan di internal tim semakin menguat setelah adanya laporan mengenai perlakuan istimewa terhadap Mbappe. Saat skuad berjuang di kompetisi domestik, Mbappe justru terlihat berada di atas kapal pesiar di Sisilia untuk berlibur, alih-alih menjalani program rehabilitasi bersama staf medis klub.
Laporan dari The Athletic pada Selasa (5/5/2026) turut mengungkap insiden lain yang melibatkan perilaku sang pemain dalam sesi latihan baru-baru ini. Mbappe dikabarkan sempat meluapkan kemarahan kepada asisten Alvaro Arbeloa setelah dirinya dinyatakan berada dalam posisi offside dalam sebuah simulasi pertandingan.
Beban finansial klub juga menjadi sorotan tajam bagi para pendukung Los Blancos. Berdasarkan data yang dihimpun Marca, Mbappe menerima gaji sebesar 35 juta euro per tahun yang sudah mencakup berbagai bonus prestasi.
Besarnya nilai kontrak tersebut membuat para penggemar merasa berhak menuntut komitmen yang lebih tinggi. Publik menilai gaji fantastis yang dibayarkan klub tidak sebanding dengan tingkat dedikasi yang ditunjukkan oleh mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut selama berseragam putih-putih.