Pelatih timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyatakan optimismenya kepada Presiden Donald Trump mengenai peluang timnya menjuarai Piala Dunia 2026 saat bertindak sebagai tuan rumah. Pernyataan tersebut disampaikan Pochettino dalam sebuah podcast sebagai bentuk kesiapan mental tim menghadapi turnamen besar tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Suara, Pochettino mengungkapkan respons positifnya ketika mendapatkan pertanyaan langsung dari sang presiden mengenai ambisi mengangkat trofi bergengsi tersebut di kandang sendiri.
"Dia bertanya apakah kami bisa menjuarai turnamen, dan saya jawab tentu saja," kata Pochettino, pelatih asal Argentina tersebut.
Keyakinan ini didasari oleh pandangannya terhadap dinamika kompetisi internasional yang selalu membuka ruang bagi kejutan bagi setiap peserta turnamen.
"Dalam sepak bola, semuanya mungkin." lanjut Pochettino.
Mantan arsitek Tottenham Hotspur itu kini sedang berfokus pada transisi psikologis pemain. Ia menilai ketiadaan tekanan kualifikasi bagi tuan rumah menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketajaman mental bertanding.
"Kami harus mengubah pola pikir mereka. Tidak ada pertandingan yang benar-benar persahabatan," ujarnya.
Kekuatan skuad Amerika Serikat juga mendapat kabar baik seiring pulihnya bek kanan Sergiño Dest. Pemain PSV Eindhoven tersebut sudah kembali merumput setelah menuntaskan masa pemulihan cedera hamstring selama hampir dua bulan.
"Saya ingin berada di Piala Dunia, jadi saya melakukan semua yang saya bisa untuk kembali secepat mungkin," katanya.
Di sisi lain, analisis data mendukung rasa percaya diri tim nasional Paman Sam. Superkomputer Opta merilis probabilitas kekuatan di Grup D yang menempatkan Amerika Serikat di posisi teratas dibandingkan pesaing lainnya.
| Negara | Peluang Juara Grup (%) |
|---|---|
| Amerika Serikat | 33,00 |
| Turki | 28,81 |
| Paraguay | 20,66 |
| Australia | 17,53 |
Data tersebut menunjukkan keunggulan tipis Amerika Serikat atas Turki yang membayangi di posisi kedua dengan probabilitas di bawah 30 persen. Sementara itu, Australia diprediksi memiliki peluang terkecil untuk memuncaki grup tersebut berdasarkan simulasi statistik.