Polisi Prancis Tahan 426 Suporter PSG Usai Kerusuhan Liga Champions

Polisi Prancis Tahan 426 Suporter PSG Usai Kerusuhan Liga Champions

Aparat kepolisian Prancis mengamankan 426 suporter Paris Saint-Germain (PSG) setelah terjadi kerusuhan massal di 15 kota pada Sabtu malam.

Kericuhan tersebut dipicu oleh perayaan kemenangan klub asal Paris itu dalam laga final Liga Champions melawan Arsenal yang berlangsung di Budapest.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Suara, aksi massa ini mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas publik serta melukai tujuh personel kepolisian.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez memberikan rincian terkait penangkapan massal serta situasi keamanan yang terjadi selama perayaan tersebut.

"Insiden dilaporkan di sekitar 15 kota, termasuk Rennes, Clermont-Ferrand, Grenoble, dan Toulouse, menurut pihak berwenang. Gangguan termasuk kerusakan pada bisnis, kendaraan, dan properti publik," tulis media tersebut.

Penertiban juga dilakukan di kawasan Champs-Elysees, Paris, tempat ribuan pendukung berkumpul merayakan kemenangan, di mana polisi menyita kembang api dan alat piroteknik.

Di wilayah Toulouse, aparat terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata guna membubarkan kelompok suporter yang merusak etalase pertokoan.

PSG sukses mengamankan trofi juara setelah menumbangkan Arsenal lewat adu penalti dengan skor 4-3 menyusul hasil imbang 1-1 di Puskas Arena.

Presiden Emmanuel Macron dijadwalkan menyambut kedatangan tim PSG di Istana Elysee bersamaan dengan rencana parade kemenangan di Paris pada hari Minggu.

Artikel terkait

Rekomendasi