Polisi Selidiki Kematian Mantan Bintang NHL Claude Lemieux di Florida

Polisi Selidiki Kematian Mantan Bintang NHL Claude Lemieux di Florida

Kantor Sheriff County Palm Beach tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kematian mantan bintang hoki es National Hockey League (NHL), Claude Lemieux, yang ditemukan meninggal dunia di Lake Park pada Kamis pagi.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa peraih empat kali trofi Stanley Cup tersebut mengakhiri hidupnya sendiri di dalam toko furnitur miliknya yang bernama Andros Home.

Berdasarkan keterangan tim penyidik, pihak keluarga mulai merasa cemas setelah pria yang aktif bermain selama 21 musim tersebut tidak kunjung pulang ke rumah.

Pencarian dilakukan hingga akhirnya putra Lemieux menemukan jasad sang ayah di dalam toko furnitur tersebut sesaat setelah pukul 03.00 waktu setempat pada hari Kamis.

Sebelum insiden ini terjadi, mantan atlet yang dikenal karena ketangguhan dan keterampilannya di lapangan es itu sempat menerima penghormatan di Montreal pada Senin malam sebagai pembawa obor untuk tim Canadiens sebelum pertandingan babak playoff dimulai.

Kematian mendadak ini memicu respons dari praktisi kesehatan mental di County Palm Beach, Ezsa Allen, yang kerap menangani pasien dengan kecenderungan menyakiti diri sendiri.

"That's the problem. You don't know what anybody else is going through," kata Ezsa Allen, seorang terapis kesehatan mental di County Palm Beach.

Allen menjelaskan bahwa masyarakat sering kali terkejut dan tidak memahami alasan seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena rasa sakit tersebut kerap disembunyikan rapat-rapat.

"That's why when a lot of people when they do commit suicide, people are like, 'Oh, my God, I never knew,' because they're dealing with so much pain inside and not being able to express that emotion," ujar Ezsa Allen, Terapis Kesehatan Mental.

Lebih lanjut, Allen memaparkan bahwa meskipun beberapa individu menunjukkan gejala depresi atau menarik diri dari lingkungan, banyak pula orang lain yang tidak memperlihatkan tanda-tanda masalah sama sekali.

"Always just check in for support, not condemning them, not telling them what they're doing wrong, not trying to overload them but just being there as a support system. Sometimes, people just need to talk and get it out," tutur Ezsa Allen, Terapis Kesehatan Mental.

Guna mengantisipasi krisis serupa, layanan bantuan Suicide & Crisis Lifeline kini menyediakan saluran komunikasi yang dapat diakses kapan saja oleh masyarakat melalui panggilan telepon atau pesan teks ke nomor 988.

Artikel terkait

Rekomendasi