Aparat kepolisian menyiagakan ribuan personel gabungan serta menyita ratusan barang berbahaya di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Sabtu (23/5/2026) guna mengamankan laga terakhir Persib Bandung melawan Persijap Jepara yang diprediksi memicu euforia kelulusan juara.
Polda Jawa Barat menurunkan 3.391 personel untuk pengamanan pertandingan di dalam stadion, 1.010 personel di luar area stadion, serta 2.883 personel gabungan untuk mengawal pawai juara Persib. Sementara itu, Polres Garut turut mengerahkan 571 personel gabungan untuk mengantisipasi konvoi dan melangsungkan pengamanan nonton bareng di wilayahnya.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan memaparkan bahwa petugas di lapangan berhasil mengamankan ratusan barang terlarang melalui tindakan penyisiran di sekitar area Stadion GBLA.
"Barang yang diamankan meliputi 151 flare, 100 silver strobe, satu strong red flare, 11 mercon, 20 petasan, tujuh botol minuman keras, serta 20 kartu identitas. Total barang yang diamankan mencapai 310 item," kata Hendra.
Tindakan tegas tersebut diambil demi menjaga kelancaran pertandingan sepak bola dan memastikan keselamatan seluruh penonton yang hadir.
"Pengamanan dilakukan secara maksimal untuk memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kami mengimbau seluruh suporter untuk tidak membawa flare, petasan, minuman keras maupun barang berbahaya lainnya ke area stadion," ujarnya.
Pihak kepolisian terus membangun komunikasi dengan instansi terkait untuk memitigasi segala potensi kerawanan yang mungkin muncul selama dan setelah pertandingan penentuan kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini.
"Kami berharap masyarakat dan Bobotoh dapat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan tertib demi kenyamanan bersama," katanya.
Di tempat terpisah, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menjelaskan bahwa penempatan ratusan personel di Garut difokuskan pada titik-titik keramaian masyarakat, termasuk rute yang akan dilalui konvoi massa suporter dan lokasi nonton bareng di SOR Ciateul.
"Sudah kita siapkan 571 personel gabungan dari Polres, Brimob, dan instansi terkait yang disiagakan di sejumlah titik," ujar Yugi.
Pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas secara situasional juga telah disiapkan oleh Polres Garut jika terjadi penumpukan kendaraan di sepanjang rute konvoi utama mulai dari SOR Ciateul hingga Jalan Ibrahim Adjie.
"Kami mengimbau bobotoh agar merayakan secara tertib, tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," katanya.
Kasatlantas Polres Garut AKP Lucky Martono menambahkan penegasan agar massa pendukung yang turun ke jalan raya tetap mengedepankan etika berkendara dan mematuhi seluruh rambu lalu lintas.
"Boleh konvoi tapi tetap tertib, gunakan helm, jangan berboncengan lebih dari ketentuan dan hindari aksi yang dapat membahayakan pengguna jalan lain," ucap Lucky.