Masa depan Massimiliano Allegri sebagai juru taktik AC Milan kini berada dalam situasi yang tidak menentu. Kabar pemecatan sang pelatih mencuat setelah Rossoneri dipastikan gagal mengamankan tiket menuju kompetisi Liga Champions untuk musim mendatang.
Langkah AC Milan di kompetisi Liga Italia 2025/2026 harus berakhir dengan hasil yang mengecewakan, seperti dilansir dari Detik Sport. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion San Siro kemarin malam (24/5), tim tuan rumah tak berkutik setelah tim tamu Cagliari membalikkan keadaan dan mengemas kemenangan dengan skor akhir 1-2.
Hasil minor tersebut mengunci posisi AC Milan di peringkat kelima klasemen akhir dengan raihan 70 poin. Konsekuensinya, klub raksasa Italia ini harus rela bermain di kasta kedua, yakni Liga Europa. Catatan ini juga memperpanjang absennya klub dalam kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut selama dua musim berturut-turut, setelah pada periode sebelumnya hanya mampu menyudahi kompetisi di urutan kedelapan.
Keterpurukan performa tim langsung berdampak pada stabilitas posisi Massimiliano Allegri di kursi kepelatihan. Juru taktik berusia 58 tahun tersebut dinilai tidak mampu mewujudkan target manajemen untuk membawa skuad yang dihuni Luka Modric dan kawan-kawan menyudahi musim minimal di peringkat empat besar.
Padahal, masa bakti Massimiliano Allegri bersama klub rival sekota Inter Milan ini sebenarnya masih tersisa hingga musim panas 2027. Namun, menyusul kekalahan menyakitkan dari Cagliari, jajaran petinggi manajemen dikabarkan mulai mempertimbangkan opsi untuk mengakhiri kerja sama dengan sang Allenatore lebih awal dari kesepakatan kontrak.
"Sekora ini, saya kecewa dan marah," jawab Massimiliano Allegri kepada DAZN terkait masa depannya di Milan.
"Kami kan baru saja gagal ke Liga Champions."
"Setelah kami menang lagi melawan Genoa, tidak ada yang mengira kami akan kalah. Sayang sekali, di dalam sepakbola dan olahraga, kami harus menerimanya, dengan segan dan kepahitan yang besar. Kami harus mengevaluasi musim ini."