Timnas Pantai Gading memicu kejutan besar setelah berhasil menumbangkan Prancis dengan skor 2-1 dalam pertandingan uji coba di Stade de La Beaujoire. Kekalahan Les Bleus ini menjadi pukulan telak yang terjadi hanya beberapa hari menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Seperti dilansir dari Suara, Prancis sebenarnya turun dengan komposisi yang hampir menyerupai skuad utama mereka. Tim Ayam Jantan bahkan sempat membuka keunggulan terlebih dahulu melalui eksekusi gol Rayan Cherki menjelang berakhirnya babak pertama.
Kendati demikian, Pantai Gading merespons dengan tampil lebih agresif pada paruh kedua pertandingan. Gol penyeimbang kedudukan lahir melalui aksi Guéla Doue, yang merupakan saudara kandung dari penggawa Timnas Prancis, Desire Doue.
Keadaan berbalik sepenuhnya menjelang laga usai setelah tim tamu memegang kendali permainan. Amad Diallo mengunci kemenangan Pantai Gading lewat gol dramatis di menit-menit akhir yang sekaligus membalikkan keadaan.
Hasil minus ini memicu alarm kewaspadaan bagi tim yang dinakhodai oleh Didier Deschamps. Performa yang tidak konsisten selama laga uji coba memunculkan keraguan besar, meskipun Prancis tetap menyandang status sebagai salah satu tim unggulan.
Di luar lapangan, situasi internal Timnas Prancis dilaporkan sedang memanas akibat perselisihan yang mencuat sebelum turnamen dimulai. Ketegangan dipicu oleh kebijakan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait pembatasan kuota tiket untuk keluarga pemain.
Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Clairefontaine, Presiden FFF Philippe Diallo mengajukan tawaran berupa dua tiket gratis serta enam tiket berbayar untuk setiap pemain. Kebijakan tersebut langsung mendapatkan penolakan keras dari anggota skuad.
Selain perkara tiket, ketidaksepahaman mengenai nilai bonus turnamen juga menjadi faktor utama yang memperkeruh suasana. Proses negosiasi antara kedua belah pihak hingga saat ini masih belum menemui titik temu.
Sebelumnya, FFF sempat meminta para pemain untuk menerima pemangkasan nilai bonus pada Maret lalu. Hal itu memicu resistensi dari skuad, walaupun pembicaraan paling akhir diklaim berjalan sedikit lebih konstruktif.
Salah satu opsi solusi yang tengah dipertimbangkan oleh kedua pihak adalah penundaan pembayaran bonus. Opsi ini direncanakan baru akan dicairkan apabila tim berhasil melangkah hingga babak semifinal.