Paris Saint-Germain (PSG) dipastikan akan berhadapan dengan Arsenal pada partai final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada Sabtu (30/5/2026) mendatang. Kepastian ini menyusul hasil imbang 1-1 yang diraih PSG saat bertamu ke markas Bayern Munich di Allianz Arena pada Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.
Hasil imbang tersebut membuat Les Parisiens unggul agregat 6-5 setelah sebelumnya memenangkan leg pertama dengan skor 5-4. Ousmane Dembele sempat membawa PSG unggul sebelum Harry Kane menyamakan kedudukan bagi tuan rumah, namun raihan tersebut tidak cukup bagi Bayern untuk membalikkan keadaan.
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menyoroti kinerja lini pertahanan lawan yang dianggap sangat disiplin dalam mematahkan serangan timnya. Kompany juga memberikan catatan terhadap beberapa keputusan wasit Joao Pedro Pinheiro yang dinilai merugikan timnya, termasuk insiden kartu merah dan handball.
"I tidak setuju. Banyak hal yang dilakukan PSG dengan sangat baik adalah pressing dan ruang serang yang diciptakan para penyerang," katanya dikutip dari BBC Sport, Kamis (7/6/2026).
Mantan pemain Manchester City tersebut juga mengapresiasi upaya anak asuhnya dalam menguasai jalannya pertandingan meski hasil akhir tidak sesuai harapan. Ia menegaskan bahwa rencana permainan PSG sempat terhambat oleh penguasaan bola timnya.
"I rasa bagian dari rencana permainan mereka tidak dapat dieksekusi dengan baik karena kami bermain bagus dalam penguasaan bola," ungkap Kompany.
Kompany menambahkan bahwa timnya berada di posisi berbahaya berkali-kali namun gagal pada sentuhan akhir. Ia juga menyinggung perihal efektivitas pertahanan lawan di area terlarang.
"Kami berada di banyak posisi berbahaya, tetapi tepat pada saat kami akan melakukan umpan silang atau memainkan bola terakhir, PSG bertahan dengan sangat baik."
Pelatih asal Belgia ini kemudian mengomentari durasi pertandingan dan hasil akhir yang menurutnya juga dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan di lapangan.
"Butuh waktu lama bagi kami. Skor menjadi 1-1. Tentu saja, kita harus menyebutkan keputusan-keputusan yang diambil," lanjutnya.
Mengenai jalannya laga, Kompany menegaskan bahwa kekalahan timnya tetap diiringi dengan rasa hormat kepada pihak lawan. Ia tidak ingin menyalahkan satu pihak sepenuhnya atas hasil minor tersebut.
"Jika kami memenangkan pertandingan ini, pertanyaannya adalah PSG tidak melakukan semua yang biasanya mereka lakukan," tegas pelatih berusia 40 tahun itu.
Kompany juga secara spesifik menanggapi insiden handball yang melibatkan Konrad Laimer. Menurutnya, tidak ada bukti visual yang cukup kuat untuk mendukung keputusan tersebut.
"Sebagai sebuah tim, Anda selalu harus bertanggung jawab, baik menang maupun kalah. Kami memiliki pendapat yang sangat berbeda tentang keputusan handball," ungkapnya.
Ia pun mempertanyakan kepatuhan wasit terhadap apa yang terjadi di lapangan. Kompany merasa kedua tim bermain cukup seimbang sepanjang laga semifinal tersebut.
"Kartu merah, tampaknya Konrad Laimer dianggap menyentuh bola dengan tangannya, tetapi saya tidak melihat gambar yang menunjukkannya."
Pelatih kelahiran 1986 ini menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa keputusan wasit seharusnya tidak menjadi faktor penentu tunggal dalam hasil pertandingan besar.
"Mungkin ada, tetapi saya tidak melihatnya. Jika Anda melihat tim yang jelas lebih baik, Anda memiliki penglihatan yang lebih tajam daripada saya."
Kompany bersikukuh bahwa perjuangan kedua tim di lapangan sangat sengit. Ia menilai intensitas laga tidak seharusnya dikaburkan oleh keputusan pengadil lapangan.
"Saya melihat dua tim yang seimbang berjuang sekeras mungkin. Keputusan wasit ini tidak dapat menentukan hasilnya," tutup pelatih kelahiran 10 April 1986 itu.
Di sisi lain, Arsenal melaju ke final setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1 pada Rabu (6/5/2026). Gol tunggal Bukayo Saka di Stadion Emirates memastikan kemenangan 1-0 bagi The Gunners, sekaligus memecahkan penantian final Liga Champions pertama mereka dalam 20 tahun.
Namun, keberhasilan Arsenal ini diwarnai protes keras dari Walikota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida. Almeida menuduh UEFA sengaja membantu Arsenal dan merugikan Atletico Madrid melalui penunjukan wasit asal Jerman yang dianggap tidak netral.
"Ketika saya melihat undiannya, saya pikir kami melawan Arsenal dan ternyata saya keliru, kami harus melawan UEFA, dan UEFA telah menjelaskan bahwa mereka tidak menginginkan Atletico Madrid berada di final Liga Champions," sengat Almeida dilansir One Football.
Almeida juga mengkritik ketiadaan tayangan ulang VAR pada insiden yang melibatkan Giuliano yang menurutnya merupakan pelanggaran penalti. Ia menuduh wasit ingin segera mengakhiri laga demi kemenangan tim London tersebut.
"Sulit dipahami karena mereka menunjuk seorang wasit Jerman ketika Spanyol dan Jerman sedang bersaing untuk mendapatkan tempat kelima di Liga hampions," lanjut dia.
Ia menambahkan bahwa bukti ketidakadilan sangat nyata terlihat di media sosial. Almeida meyakini bahwa Atletico Madrid adalah pihak yang seharusnya lolos ke Budapest.
"Sulit dipahami karena tidak ada tayangan ulang satupun akan offside Giuliano ketika insidennya jelas-jelas penalti. Kita kemudian melihatnya di media sosial bahwa itu tidak offside dan dia datang dari daerah permainannya sendiri. Tidak offside dan mereka tidak ingin mengakuinya."
Walikota Madrid ini menyimpulkan bahwa ada agenda terselubung untuk memastikan Arsenal tampil di partai puncak. Ia merasa tim favoritnya telah dicurangi secara sistematis.
"Bukti yang jelas bahwa si wasit menginginkan bahwa pertandingannya berakhir secepatnya dan agar Arsenal yang pergi ke Budapest bukannya Atletico Madrid," ceplos Almeida.
UEFA sendiri telah mengumumkan perubahan waktu sepak mula untuk laga final mendatang. Jika biasanya laga dimulai pukul 20.00 waktu setempat, kali ini akan digelar lebih awal guna memaksimalkan penonton global di Asia dan Amerika.
| Kategori Tiket | Harga Tiket |
|---|---|
| Category 1 | €950.00 |
| Category 1 Restricted View | €760.00 |
| Category 2 | €650.00 |
| Category 2 Restricted View | €520.00 |
| Category 3 | €180.00 |
| Category 3 Restricted View | €140.00 |
| Fans First | €70.00 |
| Easy Access/Wheelchair | €70.00 |
Pertemuan di Puskas Arena nanti akan menjadi kali keempat kedua tim bertemu dalam dua musim terakhir. PSG mengincar gelar kedua secara beruntun, sementara Arsenal berusaha meraih trofi Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah klub.