Paris Saint-Germain (PSG) memastikan tiket ke babak final Liga Champions 2025/2026 setelah menahan imbang Bayern Munich dengan skor 1-1 pada laga semifinal leg kedua di Allianz Arena, Rabu, 6 Mei 2026. Hasil ini membuat Les Parisiens unggul agregat tipis 6-5 atas raksasa Jerman tersebut.
Ousmane Dembele membawa PSG unggul cepat melalui tembakan langsung pada menit ketiga setelah memanfaatkan umpan tarik Khvicha Kvaratskhelia. Bayern Munich baru mampu menyamakan kedudukan melalui Harry Kane pada masa injury time babak kedua, namun gol tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan bagi tuan rumah menurut laporan ESPN.
Pertandingan ini diwarnai ketegangan akibat sejumlah keputusan wasit Joao Pinheiro yang memicu protes keras dari pihak Bayern. Mantan kapten timnas Jerman, Michael Ballack, melontarkan kritik pedas saat bertugas sebagai komentator laga tersebut.
"Riesen-Fehlentscheidung!: Ballack-Wut mitten im Live-Kommentar" ujar Michael Ballack, Komentator DAZN.
Ballack menyoroti momen pada menit ke-23 saat wasit menghentikan pergerakan Harry Kane karena dianggap offside sebelum hakim garis mengangkat bendera. Padahal, tayangan ulang menunjukkan posisi bek PSG Nuno Mendes berada lebih dekat dengan gawangnya sendiri.
"Der Schiedsrichter pfeift, bevor der Linienrichter die Fahne hebt. Vielleicht hat es da eine Kommunikation gegeben. Aber er darf es nicht abpfeifen! Das ist wieder eine Riesen-Fehlentscheidung!" kata Michael Ballack, Komentator DAZN.
Penjelasan lebih lanjut diberikan Ballack mengenai aturan yang seharusnya diterapkan oleh perangkat pertandingan dalam situasi tersebut.
"Weil: Wir have eine Regel, die Schiedsrichter sollen es laufen lassen. Wieso pfeift er das jetzt hier ab?" lanjut Michael Ballack, Komentator DAZN.
Kritik tersebut memuncak saat peluang emas Kane terbuang sia-sia akibat tiupan peluit yang dinilai terlalu dini.
"Es war ganz eng. Er läuft alleine aufs Tor zu! Was dann passiert, ist eine andere Sache. Aber er darf es nicht selbständig abpfeifen! Das ist ein Riesen-Fehler vom Schiedsrichter!" cetus Michael Ballack, Komentator DAZN.
Sebelum dimulainya pertandingan yang penuh tekanan ini, gelandang muda PSG, Warren Zaire-Emery, sempat memberikan prediksinya mengenai intensitas laga di Munich.
"On s'attend au même match qu’à l’aller, voire pire" ujar Warren Zaire-Emery, Gelandang PSG.
Berdasarkan data statistik dari France Info, kedua tim merupakan pemilik lini serang paling produktif di Eropa musim ini. Bayern Munich mencatatkan total 172 gol di semua kompetisi, sementara PSG mencetak 2,63 gol per pertandingan di fase liga.
Kesuksesan PSG melaju ke partai puncak juga mencatatkan sejarah individu bagi Khvicha Kvaratskhelia. Melansir ESPN, ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol atau assist dalam tujuh laga berturut-turut di fase gugur Liga Champions dalam satu musim.
PSG kini berpeluang menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar juara di era Liga Champions. Mereka dijadwalkan menghadapi Arsenal pada laga final yang akan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada 30 May 2026 mendatang.