Paris Saint-Germain (PSG) dijadwalkan bertanding melawan Arsenal dalam partai puncak Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Laga final ini menjadi momentum bagi kedua tim untuk mencetak sejarah baru di kompetisi tertinggi antar-klub Eropa.
Dilansir dari 20.detik.com, Arsenal mengincar trofi Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Sebaliknya, PSG mengusung misi mempertahankan gelar juara berturut-turut demi menyamai rekor era modern yang pernah ditorehkan oleh Real Madrid.
Klub raksasa asal Prancis tersebut membawa modal impresif berupa rekam jejak dominan atas wakil Inggris dengan menyapu bersih kemenangan dalam lima duel fase gugur terakhir. Menurut laporan inikata.co.id, PSG juga tercatat telah menembus babak final sebanyak tiga kali sejak tahun 2020.
Winger PSG, Khvicha Kvaratskhelia, menjadi sosok paling disorot setelah mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang selalu berkontribusi gol atau assist dalam tujuh laga fase gugur beruntun. Pemain asal Georgia tersebut kini masuk dalam bursa kandidat terkuat pemenang penghargaan Ballon d'Or 2026.
Pelatih PSG, Luis Enrique, memberikan penilaian tersendiri mengenai fleksibilitas taktik serta kemampuan individu yang dimiliki oleh penyerang sayap andalannya tersebut.
"Ia memiliki kemampuan duel satu lawan satu yang hebat dan bisa bermain di dalam maupun sebagai nomor sembilan. Ia mewakili ide fleksibilitas, dengan kemampuannya melakukan overlap dan beradaptasi dengan sistem kami," ujar Luis Enrique.
Kvaratskhelia juga mengalami transformasi signifikan dalam membantu pertahanan tim sepanjang musim ini. Luis Enrique menegaskan bahwa kontribusi defensif dari lini depan merupakan hal mutlak yang dibutuhkan oleh strategi permainan Les Parisiens.
"Ia memiliki kapasitas bertahan yang luar biasa; kami membutuhkan sebelas pemain untuk bertahan," kata Luis Enrique.
Perubahan gaya bermain tersebut diakui langsung oleh Kvaratskhelia yang merasa kemampuannya dalam bertahan berkembang pesat sejak berada di bawah asuhan mantan pelatih Barcelona itu.
"Secara teknis saya sama bagusnya ketika di Napoli, tetapi saya berkembang pesat dalam bertahan bersama Luis Enrique. Dengan pelatih ini, kami harus bertahan seperti pemain bertahan," ujar Khvicha Kvaratskhelia.
Meskipun namanya kini mulai diperbincangkan sebagai calon kuat peraih penghargaan Ballon d'Or, mantan pemain Napoli tersebut memilih untuk tidak jemawa dan tetap membumi.
"Saya memang merasakan atmosfer pembicaraan itu, namun fokus saya bukan pada diri sendiri. Saya lebih memilih untuk tetap menjadi pribadi yang sederhana karena saya bermain murni karena cinta pada sepak bola," tutur Khvicha Kvaratskhelia.
Pemain yang akrab dijuluki Kvaradona ini juga mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan oleh seluruh elemen klub Paris Saint-Germain yang membantunya tampil maksimal di lapangan.
"Setiap kali berada di lapangan, keinginan terbesar saya adalah menikmati momen bersama rekan setim, klub, serta pelatih dan staf yang luar biasa. Meski hidup saya terasa sedikit berubah, saya ingin tetap rendah hati," tambah Khvicha Kvaratskhelia.
Motivasi tinggi Kvaratskhelia juga didorong oleh atmosfer megah kompetisi antarklub Eropa yang selalu memacu adrenalinnya setiap kali bertanding.
"Setiap kali mendengar lagu tema Liga Champions dikumandangkan, semangat saya langsung meluap-luap. Rasanya sungguh berbeda dan magis, itulah alasan mengapa turnamen ini sangat istimeva bagi setiap pemain," ungkap Khvicha Kvaratskhelia.
Berdasarkan data pdiperjuanganbali.id yang mengutip sport.detik.com pada Jumat (29/5/2026), persaingan daftar pencetak gol terbanyak masih dipimpin Kylian Mbappe dengan 15 gol, diikuti Harry Kane dengan 14 gol. Kvaratskhelia yang mengoleksi 10 gol berpeluang memperbaiki peringkatnya karena Mbappe dan Kane sudah tersingkir.
Berikut adalah daftar lengkap pencetak gol terbanyak sementara menjelang laga final Liga Champions 2025/2026:
| Pemain | Klub | Gol |
|---|---|---|
| Kylian Mbappe | Real Madrid | 15 |
| Harry Kane | Bayern Munich | 14 |
| Julian Alvarez | Atletico Madrid | 10 |
| Anthony Gordon | Newcastle United | 10 |
| Khvicha Kvaratskhelia | PSG | 10 |
Selain daftar puncak, produktivitas gol dari para pemain kedua tim yang berlaga di final juga tercatat kompetitif. Skuad Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta mengandalkan kolektivitas tim dengan Gabriel Martinelli sebagai top skor klub lewat raihan enam gol.
Berikut adalah rincian kontribusi gol dari pemain Paris Saint-Germain dan Arsenal yang memperebutkan posisi terbaik di laga pamungkas:
| Pemain | Klub | Gol |
|---|---|---|
| Khvicha Kvaratskhelia | PSG | 10 |
| Ousmane Dembélé | PSG | 7 |
| Gabriel Martinelli | Arsenal | 6 |
| Vitinha | PSG | 6 |
| Viktor Gyökeres | Arsenal | 5 |
| Désiré Doué | PSG | 5 |
Pertandingan final di Puskas Arena ini diprediksi menjadi pembuktian terakhir bagi efektivitas lini serang PSG yang bertumpu pada Kvaratskhelia melawan soliditas kolektif Arsenal yang belum terkalahkan sepanjang turnamen.