Paris Saint-Germain sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menumbangkan Arsenal lewat adu penalti yang berakhir 4-3 di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pertandingan final tersebut harus berlanjut ke babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu 120 menit selesai.
Klub London Utara sebenarnya unggul lebih dulu pada menit keenam melalui sepakan Kai Havertz yang memanfaatkan bola pantulan dari sapuan Marquinhos yang mengenai Leandro Trossard. Namun, keunggulan tersebut sirna pada babak kedua tepatnya menit ke-64 setelah Ousmane Dembele menyamakan kedudukan melalui titik putih akibat pelanggaran Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia.
Dilansir dari Opta via ESPN, Arsenal hanya mencatatkan 26% penguasaan bola sepanjang pertandingan, yang merupakan angka terendah dalam final Liga Champions sejak pencatatan statistik dimulai pada 2004. Kendati ditekan sepanjang laga, lini pertahanan Arsenal yang dikomandoi Gabriel Magalhaes dan William Saliba sempat tampil solid menahan gempuran anak asuh Luis Enrique.
Dalam drama adu penalti, kiper Arsenal David Raya sempat membuka harapan dengan menepis tendangan Nuno Mendes setelah sebelumnya Eberechi Eze gagal menyarangkan bola. Sial bagi Arsenal, Lucas Beraldo sukses mengeksekusi penalti kelima PSG, sementara tembakan Gabriel Magalhaes justru melambung tinggi di atas mistar gawang Matvey Safonov.
Kemenangan ini menobatkan bek PSG Willian Pacho sebagai pemain Ekuador pertama yang menjadi bicampeon atau juara dua kali berturut-turut di ajang UEFA Champions League, menurut laporan OneFootball. Di sisi lain, pelatih PSG Luis Enrique kini sejajar dengan deretan pelatih legendaris Eropa setelah mengoleksi tiga trofi Liga Champions sepanjang kariernya.
"Je n’ai pas les mots, je ne sais pas quoi faire, la première, c’était exceptionnel mais on avait cette envie, plus que tout, d’aller chercher la deuxième, d’écrire l’histoire encore, d’entrer dans la légende. J’aime trop ce club, la deuxième étoile est là et on ira chercher la troisième." kata Désiré Doué, Gelandang Paris Saint-Germain.
Pihak manajemen Paris Saint-Germain juga memanfaatkan momentum laga final ini dengan memboyong 34 mantan pemain mereka ke Budapest, termasuk Ronaldinho, Zlatan Ibrahimovic, dan David Luiz untuk memberikan dukungan langsung. Sementara itu, mantan pemain Arsenal Samir Nasri dilaporkan batal menonton langsung di stadion setelah mendapat intimidasi dan hinaan dari oknum suporter PSG.
"It's incredible, back to back, from the very first day of this season the coach said it's hard to win, and winning twice is even more difficult. So we all had to get back to work. That was the mentality." ujar Marquinhos, Kapten Paris Saint-Germain.
Kekalahan ini sekaligus mengandaskan ambisi Arsenal untuk mengawinkan gelar Premier League yang baru saja mereka menangi minggu lalu dengan trofi kasta tertinggi Eropa untuk pertama kalinya. Sebelum pertandingan, legenda sepak bola Michael Owen sempat menyarankan Mikel Arteta untuk memasang Viktor Gyokeres sejak awal laga guna membongkar pertahanan PSG.
"Menurut saya, Gyokeres harus diturunkan sebagai starter di final Liga Champions, 100 persen pasti. Dia sedang dalam performa luar biasa, mencetak dan berkontribusi dalam gol-gol. Memimpin lini depan dengan sangat baik dalam beberapa pekan terakhir. Kini dia menjadi ancaman nyata di lini depan bagi Arsenal. Di semifinal Liga Champions, Ia bermain bagus, dan seangkanya bisa menyulitkan PSG karena pertahanan mereka tidak sekuat itu," ungkap Michael Owen, Mantan Pemain Timnas Inggris.
Owen juga menambahkan pandangannya mengenai kedalaman skuad yang dimiliki oleh The Gunners setelah berhasil menjuarai kompetisi domestik Inggris musim ini.
"Arsenal memiliki skuad yang sangat bagus, yang telah membawa mereka meraih gelar juara dan berada di ambang kesuksesan di Liga Champions, jadi mereka bisa bersabar dan jika ada pemain istimewa yang tersedia, mereka bisa langsung merekrutnya, namun, mereka sudah memiliki kiper top, pertahanan yang luar biasa, dan lini tengah yang solid. Mungkin satu-satunya area yang perlu diperhatikan adalah jika ada striker yang tersedia yang bisa melengkapi apa yang sudah mereka miliki. Tapi saya akan mengatakan Arsenal berada dalam posisi yang sangat baik dan memiliki keunggulan saat ini sebagai juara Premier League." tutur Michael Owen, Mantan Pemain Timnas Inggris.
Hingga peluit panjang ditiupkan oleh wasit Daniel Siebert, papan skor di Puskas Arena tidak berubah lagi bagi kedua kesebelasan. Paris Saint-Germain kini resmi bergabung dengan Real Madrid sebagai klub yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions sejak format kompetisi ini diubah pada tahun 1992.
"It's even more special because we knew before the match how difficult it would be, I think it's deserved over the course of the whole season, even if the final was very closely contested." kata Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.