Paris Saint-Germain Tekuk Arsenal Lewat Adu Penalti di Final Liga Champions

Paris Saint-Germain Tekuk Arsenal Lewat Adu Penalti di Final Liga Champions

Paris Saint-Germain sukses menumbangkan Arsenal dalam pertandingan final Liga Champions yang berlangsung pada Minggu (31/5/2026). Dilansir dari Detik Sport, klub asal Prancis tersebut meraih kemenangan lewat adu penalti dengan skor 3-4 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu usai.

Klub London tersebut sebenarnya sempat unggul lebih awal melalui gol yang dicetak oleh Kai Havertz pada babak pertama. Namun, taktik bertahan yang diterapkan skuad asuhan Mikel Arteta setelah unggul justru berujung petaka ketika babak kedua berjalan.

Pelanggaran yang dilakukan Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti yang dilakukan oleh Ousmane Dembele berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 untuk Paris Saint-Germain.

Berdasarkan data statistik selama 120 menit laga, jawara Premier League itu hanya melepaskan 5 tembakan dengan 1 yang tepat sasaran, serta mencatat penguasaan bola sebesar 28 persen. Sebaliknya, Paris Saint-Germain tampil sangat agresif dengan melepaskan 19 tembakan dan menguasai bola hingga 72 persen.

Gaya permainan defensif yang diperlihatkan oleh kubu London tersebut memicu kritik tajam dari legenda sepak bola Prancis, Christophe Dugarry. Mantan penyerang yang ikut membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 itu menilai sang runner-up sama sekali tidak menunjukkan keinginan untuk bermain menyerang setelah unggul.

"Niat Arsenal sudah jelas sejak awal pertandingan. Mereka sama sekali tidak melakukan apa pun. Mereka sama sekali tidak berusaha menciptakan peluang," kata Dugarry kepada RMC Sports.

Dugarry juga menyoroti bagaimana taktik membuang bola secara lambung dan upaya mengulur waktu yang diterapkan sepanjang laga final tersebut merusak keindahan permainan sepak bola.

"Kita melihat bola-bola yang disapu jauh. Kita melihat tim yang secara sistematis mencoba mengulur waktu. Itu tidak bisa ditonton, benar-benar memuakkan!" tambah Dugarry.

Mantan pemain nasional Prancis itu juga menambahkan bahwa hasil akhir pertandingan ini sangat adil karena jika tidak, hal tersebut akan memberikan contoh yang buruk bagi kompetisi sepak bola Eropa.

"Apa yang hampir terbukti buruk bagi sepakbola adalah mereka nyaris memberikan ilusi bahwa dengan sedikit kerja saja, Anda bisa memenangkan Liga Champions... Mereka payah! Saya sangat senang mereka gagal juara." lanjut Dugarry.

Ia menegaskan bahwa sebuah tim dengan sejarah besar seperti klub asal London tersebut seharusnya menunjukkan performa yang jauh lebih menghibur dan menyerang demi menjaga martabat klub.

"Jika mereka ingin memenangkannya suatu hari nanti, mereka perlu bermain sepakbola! Ini bukan Arsenal; ada sejarah di klub ini. Mereka tak bisa bermain seperti itu, itu tidak mungkin. Seandainya mereka juara, itu akan menjadi skandal," pungkas Dugarry.

Artikel terkait

Rekomendasi