Paris Saint-Germain sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions setelah menumbangkan Arsenal melalui adu penalti yang menegangkan di Puskas Arena, Budapest, Hongaria.
Kemenangan ini membawa klub asal Prancis tersebut mencetak sejarah sebagai tim kedua yang mampu memenangkan kompetisi secara berturut-turut sejak format baru diperkenalkan pada awal 1990-an.
Pertandingan harus berlanjut ke babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit, di mana gol Arsenal dicetak oleh Kai Havertz pada menit keenam sebelum disamakan lewat penalti Ousmane Dembele pada babak kedua.
Pemain muda Prancis, Desire Doue, yang baru berusia 20 tahun kini telah mengoleksi dua gelar Liga Champions meski belum genap dua tahun memperkuat lini tengah Paris Saint-Germain.
"We are so proud tonight, so happy, (and) so grateful ," ujar Desire Doue, Gelandang Paris Saint-Germain kepada TNT Sports.
Doue juga memberikan apresiasi kepada tim lawan atas perlawanan sengit yang diberikan sepanjang pertandingan final tersebut.
"It was a tough game against a very good team, so we have to (say) congrats to them because they had a really good season." kata Desire Doue, Gelandang Paris Saint-Germain.
Pemain tim nasional Prancis itu kemudian mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan timnya mewujudkan target besar di kompetisi tertinggi Eropa ini.
"But I thank my lord and savior Jesus Christ tonight because my prayer was to win the Champions League again and we did it." ucap Desire Doue, Gelandang Paris Saint-Germain.
Kemenangan dramatis ini dipastikan setelah tendangan penalti bek Arsenal, Gabriel, melambung di atas mistar gawang, yang memicu perayaan besar bagi seluruh skuad asuhan Luis Enrique.
Sebelum laga final digelar, pelatih Paris Saint-Germain sempat menanggapi klaim optimistis dari manajer Arsenal, Mikel Arteta, yang menyatakan bahwa timnya akan keluar sebagai juara Eropa.
"On va voir demain qui est le meilleur" kata Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain dilansir dari beIN Sports.
Dengan hasil ini, Paris Saint-Germain bersanding dengan Real Madrid sebagai klub yang mampu memenangkan gelar Liga Champions secara berturut-turut dalam era modern.