Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri melaju ke final Liga Champions 2025-2026 setelah menahan imbang Bayern Muenchen 1-1 pada laga leg kedua semifinal di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026). Hasil ini membuat Bayern tersingkir dengan kekalahan agregat 5-6.
Sebagaimana dilansir dari Bola, Ousmane Dembele membawa PSG unggul cepat pada menit ke-3 sebelum akhirnya Harry Kane menyamakan kedudukan bagi tuan rumah di masa injury time menit 90+4. Meski mendominasi, Bayern gagal membalikkan keadaan setelah kalah 4-5 pada pertemuan pertama.
Kemenangan agregat ini mengantarkan klub asal Prancis tersebut menghadapi Arsenal di partai puncak yang dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026). Berdasarkan data Fotmob, PSG tercatat sebagai tim paling produktif di kompetisi musim ini dengan koleksi 43 gol.
Kapten sekaligus penjaga gawang Bayern Muenchen, Manuel Neuer, memberikan sorotan tajam pada performa timnya yang dianggap kurang efektif dalam memanfaatkan peluang di depan gawang lawan. Neuer merasa tim tamu jauh lebih klinis dalam memaksimalkan situasi.
"Saya rasa kami tidak memiliki insting membunuh dalam serangan hari ini, tetapi pada akhirnya kami memiliki peluang untuk memenangkan pertadingan," ujar Neuer dikutip dari situs resmi UEFA.
Kiper veteran tersebut juga menyinggung bagaimana lawannya mampu mengeksploitasi setiap celah pertahanan dengan sangat baik. Ia mengakui efisiensi serangan PSG menjadi pembeda utama dalam dua pertemuan di babak semifinal tersebut.
"Kami tidak memiliki banyak peluang emas, tetapi ketika Anda mendapatkan momen-momen itu... lihatlah Paris – mereka benar-benar mematikan, mencetak lima gol seperti yang mereka lakukan di leg pertama."
Neuer menambahkan bahwa skuat asuhan Thomas Tuchel sebenarnya memiliki kapasitas untuk mencapai final, namun kegagalan dalam penyelesaian akhir menjadi hambatan besar yang tidak dapat mereka atasi hingga peluit panjang dibunyikan.
"Itulah yang kami butuhkan hari ini. Dan saya pikir Anda bisa melihat bahwa kami sebenarnya hampir mencapai final, tetapi kami tidak mampu menyelesaikan pekerjaan itu," lanjutnya.
Mengenai jalannya pertandingan di Allianz Arena, Neuer menyayangkan gol balasan timnya yang tercipta terlalu larut. Hal ini membuat Bayern kehilangan waktu dan momentum untuk memberikan tekanan tambahan di sisa laga.
"Gol kami sayangnya datang agak terlambat. Kami tidak punya waktu untuk menciptakan peluang lain atau bahkan mendapatkan situasi bola mati," tegas Neuer.
Ia berpendapat bahwa meski atmosfir stadion sangat mendukung, ketajaman di area penalti lawan menjadi kendala krusial. Kegagalan ini menghentikan catatan impresif Bayern yang sebelumnya hanya kalah satu kali dari 29 laga kandang terakhir di Liga Champions.
"Pada saat itu sudah terlambat. Saya pikir momen kunci dalam pertandingan itu hilang begitu saja. Stadion mendukung, kami juga mendukung, tetapi saya pikir di area penalti Paris, kami kurang klinis."
Kini Bayern Muenchen mengalihkan fokus mereka sepenuhnya ke kompetisi domestik untuk mengobati luka di kancah Eropa. Neuer berharap timnya tetap solid demi mengamankan dua trofi tersisa yang masih mungkin diraih musim ini.
"Kami pantas memenangkan gelar Bundesliga. Kami menantikan final DFB Pokal di Berlin. Tapi saat ini, kekecewaanlah yang mendominasi," pungkasnya.