PSG Singkirkan Bayern Munich dan Melaju ke Final Liga Champions

PSG Singkirkan Bayern Munich dan Melaju ke Final Liga Champions

Paris Saint-Germain (PSG) mengamankan tempat di final Liga Champions setelah menahan imbang Bayern Munich 1-1 pada laga leg kedua semifinal di Allianz Arena, Rabu (6/5/2026). Hasil imbang ini memastikan Les Parisiens unggul agregat tipis 6-5 untuk menghadapi Arsenal di partai puncak mendatang.

Gol pembuka keunggulan tim tamu dicetak oleh Ousmane Dembele pada menit ketiga pertandingan melalui skema serangan balik cepat. Meski Harry Kane berhasil menyamakan kedudukan bagi Bayern pada masa tambahan waktu babak kedua, gol tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan bagi raksasa Jerman.

Pemain depan PSG, Desire Doue, mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan tim mencapai partai final melalui saluran Canal Plus. Doue menilai pertandingan tersebut merupakan momen yang sangat istimewa bagi timnya.

"It was an exceptional match, another magical night in Munich against a great team," ujar Desire Doue, penyerang PSG.

Ia juga menambahkan bahwa kesempatan bermain di level setinggi ini merupakan impian masa kecil bagi banyak pemain. Doue menegaskan bahwa saat ini seluruh anggota tim akan menikmati pencapaian luar biasa tersebut bersama-sama.

"These are the kinds of matches we’ve dreamt of playing since we were little. Now, we’re going to enjoy this as a team," kata Desire Doue, penyerang PSG.

PSG kini berpeluang menjadi klub kedua sejak tahun 1990 yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions secara beruntun setelah Real Madrid. Final dijadwalkan berlangsung di Budapest pada 30 Mei 2026 melawan Arsenal yang merupakan pemimpin klasemen Liga Inggris saat ini.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Bayern Munich asuhan Vincent Kompany yang sempat mendominasi penguasaan bola. Kompany mengakui bahwa kekalahan dalam dua laga yang sangat ketat melawan lawan berkualitas merupakan hal yang sulit.

"I don’t have the ability to be disappointed for long," ujar Vincent Kompany, pelatih Bayern Munich.

Pelatih asal Belgia tersebut juga memberikan penghormatan atas kualitas yang ditunjukkan oleh PSG selama dua pertemuan babak semifinal. Ia menyadari bahwa margin keunggulan dalam pertandingan tersebut sangatlah tipis bagi kedua belah pihak.

"Of course, in the end we lost two very, very tight games against a very good opponent," kata Vincent Kompany, pelatih Bayern Munich.

Pertandingan ini juga diwarnai protes dari para pemain Bayern terhadap keputusan wasit Joao Pinheiro pada babak pertama, terutama terkait insiden tangan yang mengenai bola di area penalti. Bayern Munich belum lagi mencapai final kompetisi ini sejak terakhir kali mengalahkan PSG pada laga final tahun 2020 di Lisbon.

Artikel terkait

Rekomendasi