Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri melaju ke final Liga Champions 2025/2026 setelah menahan imbang Bayern Munich 1-1 pada leg kedua semifinal di Allianz Arena, Rabu malam. Dilansir dari Suara, hasil tersebut membuat Die Roten tersingkir karena kalah agregat tipis 6-5 dari tim tamu.
Kekalahan ini sekaligus mengubur impian Bayern Munich untuk meraih prestasi treble winner seperti yang pernah mereka capai pada tahun 2013 dan 2020. Meskipun bermain di kandang sendiri, skuat asuhan Vincent Kompany tidak mampu membalikkan defisit gol dari pertemuan sebelumnya.
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menyatakan bahwa persaingan antara kedua tim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kekuatan yang sangat berimbang di atas lapangan.
"Ini adalah pertandingan yang ditentukan oleh detail," ujar Kompany, Pelatih Bayern Munich.
Kompany mencatat bahwa catatan pertemuan kedua klub besar Eropa ini tidak memperlihatkan dominasi salah satu pihak secara signifikan.
"Saya pikir kami sudah lima kali menghadapi PSG dalam dua tahun terakhir. Kami menang dua kali, mereka menang dua kali, dan sekarang imbang," lanjut Kompany, Pelatih Bayern Munich.
Mantan kapten timnas Belgia tersebut berpendapat bahwa karakteristik duel antara Bayern dan PSG cenderung selalu kompetitif tanpa pemenang yang pasti.
"Jadi, ini memang tipe pertandingan yang selalu sama," kata Kompany, Pelatih Bayern Munich.
Di sisi lain, Kompany melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit yang tidak menggunakan VAR untuk meninjau dua potensi hukuman penalti akibat handball oleh Nuno Mendes dan Joao Neves.
"Kami harus melihat kembali beberapa momen yang diputuskan ofisial dalam dua pertandingan ini," tegas Kompany, Pelatih Bayern Munich.
Walau tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan utama kegagalan timnya, ia merasa keputusan-keputusan ofisial tersebut memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir laga.
"Hal itu bukan alasan untuk segalanya, tetapi sangat penting," tambahnya Kompany, Pelatih Bayern Munich.
Dalam jalannya laga, PSG sempat unggul melalui Ousmane Dembele yang memanfaatkan operan Khvicha Kvaratskhelia, sebelum disamakan oleh sundulan Harry Kane pada masa injury time. Kvaratskhelia sendiri mengukir rekor dengan kontribusi gol dalam tujuh laga fase gugur secara beruntun. PSG kini dijadwalkan menghadapi Arsenal FC di partai final yang akan digelar di Budapest pada 30 Mei mendatang.