Paris Saint-Germain (PSG) dipastikan akan berhadapan dengan Arsenal dalam laga puncak final Liga Champions musim ini. Keberhasilan PSG melangkah ke partai final menjadi modal berharga mengingat catatan impresif mereka saat bertemu tim asal Inggris sepanjang kompetisi.
Dilansir dari Detik Sport, klub asal Paris tersebut mengunci tiket ke final setelah menyingkirkan Bayern Munich dengan keunggulan agregat tipis 6-5. Hasil imbang 1-1 pada laga tandang di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, menjadi penentu kelolosan mereka.
Pertandingan final dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei mendatang. Pertemuan ini akan menyoroti perbedaan sejarah kedua tim, di mana PSG berstatus sebagai juara bertahan yang mengincar gelar kedua secara beruntun.
Sebaliknya, Arsenal datang ke final dengan ambisi besar untuk merengkuh trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Meski demikian, PSG memiliki rekam jejak yang cukup dominan melawan wakil Premier League sepanjang musim ini.
Arsenal tercatat menjadi tim Inggris kelima yang akan dihadapi Les Parisiens. Sebelumnya, skuad asuhan PSG telah melewati adangan Tottenham Hotspur serta Newcastle United pada fase liga, kemudian menumbangkan Chelsea dan Liverpool di babak gugur.
Meskipun performa Arsenal musim ini dinilai lebih solid dibandingkan empat tim Inggris lainnya, PSG tetap membawa kepercayaan diri tinggi. Pengalaman menjuarai kompetisi musim lalu menjadi faktor yang mengunggulkan posisi mereka di atas kertas.
Winger PSG, Khvicha Kvaratskhelia, menegaskan bahwa timnya akan tetap berpegang teguh pada strategi internal tanpa terpengaruh oleh kekuatan lawan yang akan dihadapi nanti.
"Kami menghormati semua tim itu. Bagi kami, penting untuk memainkan permainan kami sendiri. Kami tak terlalu memikirkan siapa yang akan jadi lawan," ujar Khvicha Kvaratskhelia.
"Kami cuma menyiapkan permainan kami dan memberikan segalanya di lapangan. Ini akan sulit, ini kan final Liga Champions, dan kami cuma perlu menikmatinya," kata mantan pemain Napoli tersebut.