PSIM Yogyakarta resmi menambah masa bakti sang pelatih kepala, Jean-Paul van Gastel, untuk menghadapi kompetisi musim depan. Manajemen klub sepakat untuk memperpanjang kontrak pria berusia 54 tahun tersebut dengan durasi satu tahun ke depan.
Keputusan ini diambil setelah melihat kinerja juru taktik asal Belanda tersebut pada musim pertamanya. Seperti dilansir dari Medcom, Jean-Paul van Gastel dinilai berhasil membawa stabilitas bagi tim Laskar Mataram.
General Manager PSIM, Steven Sunny, menjelaskan bahwa gaya permainan yang diusung Jean-Paul van Gastel sangat selaras dengan rencana klub. Sang pelatih dinilai sukses menerapkan karakter bermain yang diinginkan manajemen.
Pada musim perdana PSIM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Jean-Paul van Gastel mampu membawa tim finis di peringkat 11 Super League. Performa tersebut menjadi dasar kuat bagi manajemen untuk melanjutkan kerja sama.
"Coach Van Gastel sudah membuktikan kapasitasnya sepanjang musim ini. Yang terpenting, tim ini konsisten menunjukkan identitas permainan menyerang dan penguasaan bola dari awal hingga akhir musim," kata Steven.
"Membangun skuad yang kuat dan berkelanjutan juga tidak bisa dilakukan secara instan, semua membutuhkan proses yang terus berkembang. Karena itu, coach Van Gastel adalah sosok yang sangat tepat untuk melanjutkan fondasi ini,” jelasnya.
Mengadopsi Filosofi Kesabaran Arsenal
Manajemen PSIM berharap keberadaan pelatih asal Belanda ini dapat mendongkrak performa tim agar mampu bersaing di papan atas. Pihak klub menegaskan pentingnya proses dalam membangun sebuah tim sepak bola yang solid.
Steven mengungkapkan bahwa manajemen banyak mengambil pelajaran dari klub sepak bola luar negeri dalam membangun sebuah proyek jangka panjang. Salah satu contoh nyata yang menjadi inspirasi klub adalah kesabaran Arsenal di Liga Inggris.
Klub asal London tersebut dinilai sabar dalam memberikan waktu kepada manajer Mikel Arteta. Proses panjang dan konsistensi itu pada akhirnya membuahkan hasil manis dengan keberhasilan merengkuh gelar juara Premier League.
"Harapan kami tentu bisa bersaing dan tampil stabil di Super League karena ini adalah kompetisi yang panjang dan penuh tantangan. Mungkin hasilnya tidak akan langsung membawa kami ke papan atas, tetapi kami sedang membangun fondasi klub secara bertahap dan berkelanjutan,” tutur Steven.
“Kami belajar dari banyak klub luar negeri, seperti Arsenal bersama Mikel Arteta, bahwa kesuksesan membutuhkan waktu, proses, dan fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan utama,” pungkasnya.