PSSI berencana menambah lima pemain keturunan baru untuk memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia dalam menghadapi putaran final Piala Asia 2027. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kualitas tim nasional setelah hasil undian menempatkan Indonesia di grup kompetitif, sebagaimana dilansir dari Suara.
Pelatih John Herdman secara serius menyusun komposisi pemain terbaik agar skuad Garuda mampu bersaing di level tertinggi Benua Kuning. Federasi sepak bola nasional bergerak cepat mengamankan jasa para pemain diaspora tersebut mengingat lawan yang akan dihadapi mencakup Jepang, Qatar, dan Thailand.
Kepastian mengenai rencana naturalisasi ini pertama kali diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot. Melalui pernyataan resminya, penambahan personel baru ini telah dikoordinasikan dengan otoritas terkait dan mendapatkan lampu hijau dari pimpinan federasi.
"Siapa lima pemain ini? Tunggu ya, kabar ini dibenarkan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir @erickthohir," jelas Noor Korompot, Staf Khusus Menteri Hukum RI.
Penegasan tersebut menunjukkan adanya keselarasan antara pemerintah dan PSSI dalam mempercepat proses administrasi para pemain yang dibidik. Meskipun identitas para pemain masih dirahasiakan, proses negosiasi dilaporkan sedang berjalan agar mereka bisa segera memperkuat komposisi tim dalam waktu dekat.
"Katanya, semua akan segera dipersiapkan mengingat dalam persiapan menjelang Piala Asia Januari 2027 Timnas akan menghadapi beberapa event penting dan semoga lima pemain tersebut sudah dapat bergabung," tambah Noor Korompot, Staf Khusus Menteri Hukum RI.
Integrasi lima pemain baru ini diharapkan rampung sebelum turnamen dimulai pada Januari 2027 mendatang. Kehadiran amunisi tambahan diproyeksikan memberikan opsi taktik yang lebih luas bagi tim pelatih dalam mengantisipasi dominasi tim-tim besar di fase grup.
PSSI menargetkan Timnas Indonesia tidak hanya sekadar berpartisipasi sebagai pelengkap turnamen, melainkan mampu menembus babak gugur. Kualitas individu pemain diaspora dinilai menjadi faktor krusial untuk menyeimbangkan kekuatan fisik dan teknis saat bersua dengan tim berpengalaman seperti Jepang dan Qatar.