Masa depan Rafael Leao di AC Milan kini menjadi sorotan setelah muncul rumor kepindahannya menuju klub Liga Arab Saudi, Al Hilal. Penyerang asal Portugal tersebut dikabarkan berpeluang bereuni dengan mantan rekan setimnya, Theo Hernandez.
Spekulasi mengenai kepergian Rafael Leao dari San Siro sebenarnya sudah lama terdengar. Seperti dikutip dari Bola, sejumlah klub besar Eropa seperti Manchester United dan Chelsea sebelumnya sempat dikaitkan dengan pemain sayap lincah ini.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya minat serius dari Al Hilal. Laporan dari La Gazzetta dello Sport mengeklaim bahwa Leao kemungkinan besar akan memilih bergabung dengan klub asal Riyadh tersebut demi bermain kembali bersama Theo Hernandez.
Meskipun telah lama menjadi pilar serangan Rossoneri, pihak klub disinyalir memiliki alasan kuat untuk melepas pemain bintangnya tersebut. Leao dinilai gagal bertransformasi secara maksimal menjadi penyerang tengah di bawah arahan pelatih Massimiliano Allegri.
Kondisi ini membuat manajemen AC Milan memandang bursa transfer musim panas 2026 sebagai momentum yang tepat untuk melakukan penjualan. Terlebih lagi, kontrak sang pemain kini hanya tersisa dua tahun atau akan berakhir pada musim panas 2028.
Sebelumnya, Rafael Leao memiliki klausul pelepasan yang mencapai angka 175 juta euro atau setara Rp3,5 triliun. Chelsea pernah melayangkan tawaran sebesar 100 juta euro, namun nilai tersebut sempat ditolak oleh manajemen Milan.
Kini, situasinya telah berubah dan AC Milan dikabarkan bersedia melego sang pemain di kisaran harga 50 hingga 60 juta euro. Meski Manchester United dan Barcelona sempat menunjukkan ketertarikan, hingga kini belum ada tawaran konkret yang masuk ke meja manajemen.
Potensi Kepindahan ke Al Hilal
Al Hilal saat ini menjadi klub yang paling gencar mencari peluang untuk mengamankan jasa Rafael Leao. Kehadiran Simone Inzaghi sebagai pelatih, yang memiliki rekam jejak menangani Inter Milan, diprediksi menjadi faktor penarik lainnya.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi apakah Leao bersedia meninggalkan kompetisi sepak bola Eropa di usia emasnya untuk merumput di Arab Saudi. Terdapat laporan yang menyebutkan bahwa sang pemain masih berupaya meyakinkan manajemen agar tetap mempertahankannya.
Akan tetapi, analisis dari La Gazzetta dello Sport menunjukkan bahwa skenario penjualan pada bursa transfer mendatang tetap menjadi opsi yang paling kuat bagi AC Milan dibandingkan mempertahankan pemain tersebut.