Carlo Ancelotti Panggil Rayan ke Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026

Carlo Ancelotti Panggil Rayan ke Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026

Penyerang muda AFC Bournemouth, Rayan, resmi mendapat panggilan dari pelatih Carlo Ancelotti untuk memperkuat tim nasional Brasil di ajang Piala Dunia 2026 pada Senin, 18 Mei 2026.

Pemain berusia 19 tahun tersebut berhasil menembus skuad final berisi 26 pemain Selecao setelah tampil impresif di Liga Primer Inggris sejak didatangkan dari klub Brasil, Vasco da Gama, pada bursa transfer Januari lalu. Dilansir dari Yahoo News dan Bournemouth One, Rayan tercatat telah mencetak lima gol dan memberikan dua assist dalam 13 pertandingan pertamanya bersama tim asuhan Andoni Iraola.

Sebelumnya, performa apik Rayan di level klub telah membawanya melakoni debut bersama tim nasional senior Brasil pada pertandingan persahabatan melawan Kroasia. Berdasarkan laporan Goal, pemanggilan tersebut sempat menjadi kejutan tersendiri bagi sang penyerang muda.

"I wasn't sure my name would be among the call-ups," kata Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Rayan mengungkapkan bahwa momen berkumpul bersama tim nasional senior seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Ia juga menceritakan bagaimana para pemain senior menyambut kehadirannya dengan sangat baik di dalam tim.

"Vinicius Júnior, Raphinha, Casemiro, and Marquinhos welcomed me very well. [Casemiro] is a great guy, very serious, and also a father figure. The guys welcomed me very well, not only me but also Igor Thiago, who was there for the first time," tutur Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Selain dukungan dari rekan setim, mantan pemain Vasco da Gama ini juga mengaku terkesan dengan kemampuan berbahasa dari sang pelatih kepala, Carlo Ancelotti, saat pertama kali bertatap muka secara langsung.

"It was the first time we met in person. I spoke Portuguese with him; he speaks it very well; he’s already fluent," aku Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Rayan menambahkan bahwa di balik kesuksesannya beradaptasi di Inggris dan menembus skuad internasional, terdapat peran besar dari direktur olahraga Tiago Pinto yang meyakinkannya terkait proyek sepak bola di Bournemouth.

"When everything ended there, after the Copa do Brasil final, I didn’t know what would happen next in my life," ungkap Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Menurut laporan Sport Witness, manajer Vasco da Gama terdahulu, Fernando Diniz, sebenarnya sempat meminta sang pemain untuk bertahan di Brasil sebelum tawaran dari Bournemouth akhirnya datang.

"When we came back from the break, Diniz asked me to stay," sebut Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Kendati demikian, proyek yang dipaparkan oleh pihak Bournemouth membuat Rayan dan keluarganya merasa yakin untuk mengambil langkah besar berkarier di kompetisi sepak bola Inggris.

"But when Bournemouth arrived, there was Tiago [Pinto] there, who is a really great and special guy. He showed us the project and I liked it a lot," jelas Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Hingga saat ini, penyerang bertalenta tersebut mengaku sangat menikmati masa-masa adaptasi dan kehidupan barunya bersama klub berjuluk The Cherries tersebut.

"As you can see here, I’m very happy. It’s been a very important moment for me, not only for me but for my family as well," ucap Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Rayan juga memaparkan rutinitas latihan kedisplinan yang dijalankannya setiap pagi hari di fasilitas latihan Bournemouth guna menjaga kebugaran fisiknya.

"During the week, when we have a full week without matches, we only train in the morning. We report at 9:15am and training starts at 11am because before that we have pre-activation work. Most of the time it’s always in the morning," papar Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Lebih lanjut, ia merefleksikan kedekatan emosionalnya dengan mantan pelatihnya di Vasco da Gama yang dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan karier profesionalnya.

"He is unbelievable," puji Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Komunikasi intensif pun masih terus terjalin di antara keduanya, di mana sang pelatih kerap memberikan bimbingan meski sang pemain kini sudah merantau ke Eropa.

"He still calls me almost every day if it depends on him. He’s a very special person, someone who helped me a lot and still helps me now. We always talk," kata Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Melalui proses bimbingan dan kerja keras tersebut, sang penyerang merasa telah mengalami lonjakan kedewasaan serta perubahan pola pikir yang sangat pesat.

"Yes, he changed my life," aku Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Perubahan mentalitas tersebut terbukti menjadi modal krusial bagi sang pemain muda dalam menghadapi tekanan besar di kompetisi seketat Liga Primer Inggris hingga akhirnya dipercaya masuk skuad Piala Dunia.

"I also did my work on the pitch. At Vasco I think I changed my mentality a lot and very quickly," pungkas Rayan, penyerang AFC Bournemouth.

Pengumuman resmi skuad final ini dilaksanakan di Museum of Tomorrow, Rio de Janeiro, seiring persiapan tim nasional Brasil menghadapi turnamen akbar yang akan berlangsung di Amerika Utara tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi