Klub sepak bola asal Madrid, Rayo Vallecano, mencetak sejarah baru setelah berhasil melaju ke babak final UEFA Conference League yang berlangsung di Leipzig, Jerman, pada Rabu, 27 Mei 2026. Pertandingan pamungkas kompetisi Eropa tersebut memicu luapan emosi yang mendalam dari jajaran pemain serta belasan ribu pendukung setia tim franjirrojo.
Suasana emosional langsung terasa sesaat sebelum pertandingan dimulai ketika lagu kebangsaan kompetisi dikumandangkan di dalam stadion. Air mata penyerang Rayo Vallecano, Alemao, tampak menetes di tengah lapangan akibat luapan rasa bangga serta harapan besar dari seluruh distrik Vallecas yang kini tertumpu pada pundak tim.
Gelombang dukungan luar biasa terlihat dari kehadiran sekitar 11.500 suporter dari total 12.000 anggota resmi klub yang rela melakukan perjalanan jauh ke Jerman demi menyaksikan pencapaian terbesar sejarah klub. Pusat kota Leipzig seketika dipenuhi oleh atribut berwarna merah-putih khas Rayo Vallecano yang memadati jalanan dari Plaza del Mercado, lokasi zona penggemar resmi UEFA, hingga ke kawasan yang didedikasikan untuk komposer Richard Strauss.
Presiden Rayo Vallecano, Raul Martin Presa, yang didampingi oleh Presiden RFEF Rafael Louzan dan Presiden LaLiga Javier Tebas di hotel tim, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah kerja keras selama 15 tahun setelah sebelumnya klub sempat berada di ambang kebangkrutan dan pembubaran.
Menteri Kepresidenan Spanyol, Felix Bolanos, yang turut hadir langsung ke stadion sebagai pendukung setia klub dari Vallecas, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini.
"Porque que un equipo de barrio, humilde, al que nadie le ha regalado nunca nada y con un presupuesto escaso consiga una final europea es un gesta. Es heroico este Rayo" ujar Felix Bolanos, Menteri Kepresidenan Spanyol.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Wali Kota Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida, setelah dirinya tiba di Leipzig untuk mendampingi perjuangan tim Spanyol tersebut menghadapi perwakilan dari Inggris.
"El Rayo es el primer equipo de Madrid y la demostración de que los sueños se cumplen" kata Jose Luis Martinez-Almeida, Wali Kota Madrid.
Kedatangan para pejabat tinggi dan ribuan suporter ini sempat diwarnai ketegangan di area pintu masuk Red Bull Arena akibat lambatnya proses akses ke dalam stadion yang memicu kekecewaan para penggemar. Namun, antusiasme suporter tidak surut, di mana tradisi pawai berjalan kaki tetap dilakukan menuju stadion dengan membentangkan sebuah spanduk utama yang menyuarakan tekad bulat mereka.
"Ganar tiene que ser la hostia" demikian bunyi tulisan pada spanduk yang dibawa oleh Jose, menantu dari legenda klub Felines, dalam iringan pawai suporter Rayo Vallecano.