Klub raksasa Spanyol Real Madrid bergerak cepat mengincar bek kanan Inter Milan Denzel Dumfries pada bursa transfer musim panas 2026 untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh kapten Dani Carvajal.
Langkah manajemen Los Blancos membidik Dumfries didasari atas permintaan calon pelatih baru mereka Jose Mourinho yang menginginkan persaingan di sektor kanan setelah kepergian Carvajal membuat posisi tersebut menyisakan Trent Alexander-Arnold.
Pakar transfer Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa manajemen Real Madrid sedang memantau beberapa kandidat bek kanan, termasuk Dumfries yang memiliki klausul pelepasan senilai 25 juta euro di Inter Milan hingga pertengahan Juli.
Selain Dumfries, Fabrizio Romano melaporkan bahwa Real Madrid juga memasukkan nama bek kanan Tottenham Hotspur Pedro Porro dan pemain Sporting Portugal Ivan Fresneda ke dalam daftar buruan mereka musim panas ini.
Mengenai rumor ketertarikan klub besar tersebut, Pedro Porro sempat memberikan tanggapan saat diwawancarai oleh Cadena SER.
"When you’re little, you dream about a lot of things, but day to day I focus on my reality, and when you think about playing for the best teams in the world, you know you still have things to improve," kata Pedro Porro, bek kanan Tottenham Hotspur.
Di sisi lain, situasi lini belakang Real Madrid memicu analisis dari mantan penyerang Manchester United Teddy Sheringham yang menyarankan Arsenal untuk merekrut Trent Alexander-Arnold jika sang bek memutuskan kembali ke Liga Inggris.
"Mungkinkah kita melihat Trent Alexander-Arnold kembali ke Liga Premier? Fans Liverpool tentu tidak ingin dia kembali ke Anfield," ujar Teddy Sheringham kepada Boyle Sports.
Teddy Sheringham meyakini bahwa performa Alexander-Arnold yang kurang mengesankan di Real Madrid terjadi karena minimnya koordinasi, dan sang pemain akan jauh lebih efektif dalam sistem pertahanan Arsenal yang terorganisasi dengan rapi.
"Dia tidak langsung terlihat sebagai pemain Arsenal. Namun mereka bisa membuat itu berhasil untuknya," lanjut Teddy Sheringham.
Mantan striker Tottenham Hotspur itu menambahkan bahwa bek legendaris masa lalu sekalipun akan terlihat rapuh apabila dipaksa bekerja sendirian tanpa dukungan unit pertahanan yang kompak.
"Bahkan jika Anda memiliki empat bek hebat, bila Trent dibiarkan sendirian maka dia akan terlihat berantakan. Hal yang sama juga pernah terjadi pada Harry Maguire ketika Manchester United tidak bermain baik," kata Teddy Sheringham.
Menurut pandangannya, pendekatan taktik yang tepat dan latihan penempatan posisi yang baik akan membuat kemampuan serta akurasi umpan Alexander-Arnold berkembang pesat demi mengembalikan kreativitas sisi kanan tim.
"Jika itu terjadi pada Tony Adams atau Steve Bruce, they juga akan terlihat buruk. Dalam lini belakang yang terorganisasi dan bekerja sebagai satu unit, Trent akan jauh lebih efektif," tegas Teddy Sheringham.
Pemain tim nasional Inggris tersebut dinilai bisa memberikan dimensi baru bagi daya serang Arsenal setelah tim asuhan Mikel Arteta itu menelan kekalahan dari PSG di final Liga Champions.
"Jika seseorang bekerja bersama Trent dengan pendekatan seperti itu dan melatihnya untuk berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat, saya yakin dia bisa berkembang di posisi tersebut," tutur Teddy Sheringham.
Dalam wawancara terpisah yang dilansir dari Liputan6.com pada Selasa, 2 Juni 2026, Sheringham kembali mengonfirmasi keterbatasan pilihan klub tujuan bagi sang pemain di Premier League.
"With that, he can give you that added dimension that he's always brought to a team," pungkas Teddy Sheringham.
Pemain yang mengemas empat assist dari 21 laga La Liga sepanjang musim 2025/2026 tersebut kini menjadi sorotan di tengah rencana perombakan skuad Los Blancos.
"Apakah kita bisa melihat Trent Alexander-Arnold kembali ke Premier League? Suporter Liverpool mungkin tidak menginginkannya kembali, jadi pilihan tujuannya menjadi lebih terbatas, bukan?" ujar Teddy Sheringham.
Sementara itu, Inter Milan dikabarkan sudah bersiap kehilangan Dumfries dengan mengajukan penawaran sebesar 40 juta euro kepada Atalanta untuk memboyong Marco Palestra sebagai pengganti.
| Pemain | Kondisi Tanpa Sistem Solid | Kondisi Dalam Sistem Terorganisasi |
|---|---|---|
| Trent Alexander-Arnold | Sering terlihat kewalahan dan berantakan saat bertahan. | Sangat efektif dan bisa memaksimalkan visi serangannya. |
| Harry Maguire | Performa menurun drastis saat kolektivitas tim hilang. | Menjadi pilar pertahanan yang tenang dan bisa diandalkan. |
| Tony Adams / Steve Bruce | Akan terlihat buruk jika dibiarkan bekerja sendirian. | Menjadi legenda karena didukung unit pertahanan yang kompak. |