Realme Ungkap Pergeseran Tren Konsumen Ponsel Kelas Bawah Indonesia

Realme Ungkap Pergeseran Tren Konsumen Ponsel Kelas Bawah Indonesia

Produsen ponsel pintar asal China, Realme, menemukan adanya pergeseran preferensi konsumen segmen kelas bawah di Indonesia yang kini lebih mengutamakan aspek daya tahan perangkat. Fenomena ini terungkap dalam peluncuran Realme C100 Series di Jakarta Selatan pada Kamis (7/5/2026), sebagaimana dilansir dari Tekno.

Riset internal perusahaan menunjukkan bahwa pengguna ponsel murah tidak lagi terpaku pada spesifikasi tinggi yang tercantum secara teknis. Fokus utama masyarakat kini beralih pada ketangguhan fisik dan fungsionalitas jangka panjang perangkat dalam penggunaan sehari-hari.

"Fokusnya (di entry-level) memang ke durability. Kami sekarang ingin membuat produk yang benar-benar berbasis kebutuhan pengguna atau user-oriented," ujar Krisva Angnieszca, PR Lead Realme Indonesia.

Penegasan mengenai strategi pengembangan produk ini didasari pada pengamatan terhadap kebiasaan nyata para pengguna di Tanah Air. Realme berupaya memastikan setiap fitur yang dihadirkan memberikan manfaat langsung bagi aktivitas pengguna.

"Jadi bukan sekadar spesifikasi yang terlihat bagus di atas kertas, tetapi ternyata tidak dipakai di dunia nyata. Kami benar-benar melihat apa yang paling sering digunakan pengguna dalam keseharian mereka," imbuh Krisva.

Baterai menjadi elemen krusial dalam aspek ketahanan yang paling dicari oleh mahasiswa maupun pekerja lapangan. Hal tersebut mendorong Realme menyematkan baterai berkapasitas 8.000 mAh pada seri terbaru mereka, yang diklaim sebagai kapasitas terbesar di kelasnya.

Strategi penyesuaian fitur dengan segmentasi pasar ini memberikan pengaruh positif terhadap kinerja bisnis perusahaan. Krisva menyebutkan adanya pertumbuhan pangsa pasar Realme di Indonesia di tengah penurunan daya beli masyarakat secara umum.

"Mungkin secara umum daya beli memang sedang menurun, tetapi di Realme kami mengalami peningkatan market share. Salah satu alasannya adalah karena kami berhasil menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pengguna," klaim Krisva.

Meskipun mengklaim pertumbuhan, posisi Realme tidak tercatat dalam lima besar merek ponsel terlaris pada laporan kuartal I-2026 dari IDC dan Counterpoint Research. Dalam data global tersebut, Realme masuk dalam kategori merek lainnya yang mengalami penurunan pengiriman antara 4 hingga 10 persen.

Selain ketahanan baterai dan bodi yang tahan jatuh, Realme sebenarnya tetap menyertakan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada produk entry-level mereka. Namun, perusahaan memilih untuk tidak menjadikan fitur AI sebagai fokus utama dalam kampanye pemasaran.

"AI sebenarnya tetap ada di produk ini. Kami menghadirkan cukup banyak fitur AI yang diturunkan dari Realme Number Series. Namun, fitur ini tak menjadi highlight dari Realme C100 Series," pungkas Krisva.

Artikel terkait

Rekomendasi