Pertandingan final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, melahirkan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai juara setelah menumbangkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3. Di balik laga dramatis yang berakhir imbang 1-1 selama 120 menit tersebut, terdapat 5 rekor dan fakta menarik yang tercipta dari kedua tim.
- PSG Masuk Catatan Sejarah — PSG menjadi tim ketiga sepanjang sejarah yang berhasil memenangkan gelar liga domestik dan Liga Champions secara beruntun dalam dua musim berturut-turut, menyamai rekor Real Madrid (1956-1958) dan Ajax (1971-1973).
- Rekor Penguasaan Bola Terendah — Arsenal mencatatkan penguasaan bola hanya sebesar 24,7% yang merupakan angka terendah dalam final UEFA Champions League sejak pengumpulan data modern pada musim 2003/04, sekaligus rekor terendah Arsenal di bawah Mikel Arteta saat bermain dengan 11 pemain penuh.
- Rekor Pahit Arsenal Berlanjut — Kekalahan ini membuat Arsenal mengemas catatan 226 pertandingan di ajang Piala Eropa dan Liga Champions tanpa pernah mengangkat trofi, menjadikannya klub dengan penantian terpanjang tanpa gelar di kompetisi tersebut.
- Luis Enrique Raih Trofi UCL Ketiga — Pelatih PSG, Luis Enrique, resmi meraih gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih yang menempatkan dirinya sebagai salah satu manajer paling sukses di kompetisi ini, tepat di bawah Carlo Ancelotti.
- Havertz Masuk Daftar Eksklusif — Kai Havertz menjadi pemain ketiga dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak gol di laga final untuk dua klub berbeda, bergabung dalam daftar langka bersama Cristiano Ronaldo dan Mario Mandžukić.