Agak Laen 2 Cetak Rekor di Malaysia dan Raih 4 Juta Penonton

Agak Laen 2 Cetak Rekor di Malaysia dan Raih 4 Juta Penonton

Film komedi terbaru produksi Imajinari, Agak Laen: Menyala Pantiku, terus menunjukkan dominasinya di kancah perfilman regional. Sekuel yang dinantikan ini tidak hanya berjaya di pasar domestik, tetapi juga berhasil memecahkan rekor signifikan di Malaysia.

Dilansir dari Filmon, Agak Laen: Menyala Pantiku resmi mencatatkan diri sebagai film Indonesia dengan pendapatan tertinggi pada hari pertama penayangan di Malaysia untuk periode tahun 2025. Pencapaian ini diperkuat dengan banyaknya respon positif dari para penikmat film di Negeri Jiran tersebut.

Keberhasilan di luar negeri sejalan dengan performa impresifnya di bioskop-bioskop Indonesia. Sejak mulai diputar secara serentak pada 27 November 2025, antusiasme masyarakat terhadap aksi keempat pemeran utama film ini tetap konsisten tinggi.

Data terbaru yang dirilis oleh akun Instagram resmi Imajinari menunjukkan bahwa film ini telah menembus angka 4.002.528 penonton. Perolehan tersebut dicapai hanya dalam kurun waktu sembilan hari penayangan di bioskop Indonesia.

Tren positif ini sebenarnya sudah terlihat sejak pembukaan. Pada hari pertama pemutarannya, film ini langsung mengantongi 272.846 penonton. Angka tersebut melonjak tajam hingga mencapai satu juta penonton hanya dalam waktu tiga hari.

Laju pertumbuhan jumlah penonton terus stabil dengan mencetak angka dua juta pada hari kelima dan mencapai tiga juta penonton pada hari ketujuh. Performa ini memicu spekulasi apakah Agak Laen: Menyala Pantiku mampu melampaui rekor pendahulunya.

Potensi Melampaui Rekor Film Pertama

Sebagai informasi, film pertama Agak Laen berhasil menutup perjalanannya di bioskop dengan total perolehan sekitar 9 juta penonton. Dengan tren yang ada saat ini, peluang untuk menyusul kesuksesan tersebut masih terbuka lebar.

Kehadiran empat pemeran utama dari film pertama menjadi salah satu daya tarik utama bagi penonton Indonesia. Meskipun mengusung cerita baru yang berbeda, nuansa komedi khas yang ditawarkan terbukti masih relevan dan diminati pasar.

Perolehan angka ini diprediksi masih akan terus bergerak naik. Mengingat penayangannya yang berdekatan dengan momen akhir tahun, potensi lonjakan jumlah penonton di bioskop-bioskop tanah air masih sangat mungkin terjadi hingga penutupan tahun 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi