Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia Belum Terpecahkan Selama Tujuh Dekade

Rekor Gol Terbanyak Piala Dunia Belum Terpecahkan Selama Tujuh Dekade

Piala Dunia selalu menyajikan pertandingan legendaris, namun duel antara Austria melawan Swiss pada edisi 1954 tetap memegang rekor kegilaan yang tak tertandingi. Dilansir dari Suara, laga perempat final tersebut menghasilkan total 12 gol dan menjadi pertandingan dengan skor terbesar sepanjang sejarah turnamen.

Pertandingan yang digelar di Lausanne, Swiss, pada 26 Juni 1954 itu berakhir dengan keunggulan Austria 7-5. Catatan produktivitas ini tetap bertahan sebagai yang tertinggi meski kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia ini telah bergulir selama lebih dari tujuh dekade.

Suhu udara yang mencapai 40 derajat Celsius membuat jalannya laga menjadi sangat berat bagi kedua tim. Cuaca ekstrem yang tidak biasa di Swiss tersebut membuat pertandingan ini kemudian dijuluki Hitzeschlacht von Lausanne atau Pertempuran Panas di Lausanne.

Sebelum sepak mula dilakukan, tidak ada tanda-tanda bahwa hujan gol akan tercipta. Austria melaju ke fase gugur dengan rekor pertahanan bersih tanpa kebobolan, sementara lini serang Swiss tergolong minim gol karena hanya membobol gawang lawan dua kali di babak grup.

Kondisi di lapangan justru menjungkirbalikkan semua prediksi awal. Striker Austria Theodor Wagner dan penyerang Swiss Josef Hügi tampil luar biasa dengan masing-masing mencetak hattrick untuk negara mereka.

Momen tersebut menjadi satu-satunya kejadian dalam sejarah Piala Dunia di mana dua pemain dari tim yang saling berhadapan mampu membukukan hattrick dalam waktu normal. Gol dari Erich Probst pada menit ke-76 menjadi penutup papan skor sekaligus mengunci kemenangan Austria.

Ketiadaan regulasi pergantian pemain pada masa itu, berpadu dengan sengatan cuaca panas yang menguras fisik, membuat tempo permainan menurun drastis menjelang peluit panjang ditiup.

Sebelum pertandingan di Lausanne memecahkan rekor, duel antara Brasil dan Polandia pada Piala Dunia 1938 sempat memegang predikat sebagai laga dengan skor tertinggi. Tim Samba memetik kemenangan tipis 6-5 melalui pertarungan sengit yang juga diwarnai performa impresif dua pencetak hattrick.

Ernst Wilimowski tampil tajam dengan melesakkan empat gol untuk Polandia, sedangkan Leônidas membalas lewat torehan tiga gol bagi Brasil. Wilimowski bahkan mengukir sejarah sebagai pemain termuda yang mampu mencetak lebih dari tiga gol dalam satu laga Piala Dunia pada usia 21 tahun 347 hari.

Dominasi Lini Serang Tim Hungaria

Tim nasional Hungaria yang dikenal dengan julukan Mighty Magyars juga berulang kali menempatkan nama mereka dalam daftar pertandingan berorientasi serang paling masif. Pada babak penyisihan grup Piala Dunia 1954, mereka melumat Jerman Barat dengan skor mencolok 8-3 melalui empat gol dari Sandor Kocsis.

Langkah dominan Hungaria sepanjang turnamen tersebut sayangnya gagal berujung trofi juara setelah mereka takluk 2-3 dari lawan yang sama di partai final. Empat puluh tahun berselang, tepatnya pada Piala Dunia 1982 di Spanyol, Hungaria kembali mengamuk dengan menghancurkan El Salvador melalui skor telak 10-1.

Kemenangan masif tersebut terasa ironis karena tidak mampu menyelamatkan Hungaria dari fase awal. Mereka harus rela tersingkir dari kompetisi di babak grup bersama dengan El Salvador.

Pencapaian Just Fontaine Bersama Prancis

Catatan laga paling produktif lainnya terjadi saat Prancis menumbangkan Paraguay dengan skor 7-3 pada edisi 1958. Just Fontaine menjadi bintang lapangan lewat keberhasilan mencetak tiga gol sekaligus membalikkan keadaan setelah Prancis sempat tertinggal 2-3 di awal paruh kedua.

Fontaine kemudian menorehkan tinta emas dengan mengemas total 13 gol dari enam pertandingan sepanjang turnamen di Swedia tersebut. Hingga saat ini, rekor gol terbanyak oleh satu pemain dalam satu edisi Piala Dunia tersebut masih belum bisa disamai oleh pesepak bola modern mana pun.

Artikel terkait

Rekomendasi