Renato Vallanzasca Batal Culik Marco van Basten karena Fans AC Milan

Renato Vallanzasca Batal Culik Marco van Basten karena Fans AC Milan

Rencana penculikan terhadap legenda sepak bola Belanda, Marco van Basten, sempat dirancang oleh kelompok kriminal asal Italia saat sang pemain masih memperkuat AC Milan. Fakta mengejutkan mengenai target operasi tebusan tersebut diungkapkan oleh mantan kriminal Italia, Giampaolo Manca, dikutip dari Suara.

Dalam sebuah wawancara bersama surat kabar Corriere della Sera, Giampaolo Manca membeberkan bahwa rekan seprofesinya yang merupakan kriminal tersohor di Italia, Renato Vallanzasca, menjadi otak di balik rencana penculikan Marco van Basten.

"Dia mengatakan pernah membuat rencana untuk menculik Van Basten dan meminta tebusan," ujar Manca.

Niat jahat kelompok tersebut bukan sekadar gertakan belaka karena proses pengintaian telah berjalan. Para anggota komplotan kriminal ini dilaporkan telah mengamati dengan cermat segala aktivitas harian Marco van Basten selama berbulan-bulan.

"Orang-orangnya mengikuti Van Basten selama berbulan-bulan," katanya.

Kendati persiapan sudah matang, operasi kriminal tersebut akhirnya dibatalkan secara mendadak sebelum sempat dieksekusi. Alasan pembatalan ini tergolong tidak biasa karena berkaitan erat dengan loyalitas sepak bola Renato Vallanzasca yang merupakan pendukung fanatik AC Milan.

Renato Vallanzasca enggan melakukan tindakan yang dapat memberikan dampak buruk atau merugikan bagi klub sepak bola kesayangannya tersebut.

"Dia membatalkannya karena tidak ingin memberikan keuntungan kepada Inter Milan," ujar Manca.

Marco van Basten sendiri merupakan salah satu sosok ikonik paling berpengaruh dalam lembaran sejarah AC Milan. Menjadi bagian dari Il Diavolo Rosso pada rentang tahun 1987 sampai 1995, penyerang legendaris ini menggalang kekuatan lini depan yang ditakuti di Eropa.

Bersama dua kompatriot senegaranya, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard, Marco van Basten membentuk trio Belanda yang legendaris. Kombinasi tersebut berhasil membawa AC Milan meraih berbagai kesuksesan besar di panggung domestik maupun internasional.

Selama merumput di San Siro, Marco van Basten mempersembahkan tiga gelar juara Liga Italia dan dua trofi Piala Champions Eropa. Penyerang tajam ini juga sukses menyabet penghargaan pemain terbaik dunia sebanyak tiga kali, sebelum cedera engkel parah memaksanya pensiun dini pada tahun 1995.

Artikel terkait

Rekomendasi