Kembalinya band legendaris Oasis ke panggung musik menjadi sumber inspirasi emosional bagi album terbaru The Script yang berjudul The User’s Guide To Being Human, seperti dikutip dari Medcom.
Vokalis The Script, Danny O’Donoghue, membagikan kisah tersebut dalam sebuah sesi wawancara dengan kolom Bizarre milik The Sun. Meski tidak menyaksikan langsung konser reuni tersebut, Danny tetap memantau momen bersejarah itu lewat panggilan video dari kru tur band asal Manchester tersebut.
Danny mengaku sangat tersentuh ketika melihat Noel Gallagher dan Liam Gallagher kembali bersama di atas panggung setelah sekian lama terlibat konflik internal.
“Mereka menayangkan konser pertama itu secara langsung lewat ponsel untuk saya, dan rasanya luar biasa melihat Noel dan Liam Gallagher berjalan ke atas panggung sambil bergandengan tangan. Bulu kuduk saya langsung berdiri.”
Bagi Danny, rekonsiliasi dua bersaudara tersebut memberikan dampak emosional yang sangat mendalam bagi generasi yang tumbuh bersama karya-karya Oasis pada dekade 1990-an.
“Saya rasa mereka sendiri belum sadar seberapa besar momen itu beresonansi dengan orang-orang seusia saya yang masih menyimpan dendam terhadap seseorang dari masa lalu. Kalau mereka berdua saja bisa berdamai, berarti semua orang juga punya kesempatan.”
Pengaruh emosional dari rekonsiliasi tersebut kemudian dituangkan oleh The Script ke dalam trek kedua album baru mereka yang diberi judul The Crowd Was Singing Wonderwall.
“Dan kerumunan itu menyanyikan 'Wonderwall,' dan seluruh dunia terasa indah. Tiba-tiba kami seperti kembali ke tahun 1993, sebelum pertengkaran, sebelum air mata, before kami bertahun-tahun tidak saling bicara. Kalau mereka bisa menyelesaikannya, kenapa kita tidak?”
Danny juga menceritakan bagaimana suasana haru menyelimuti momen kembalinya dua bersaudara tersebut setelah Oasis dinyatakan bubar pada tahun 2009 silam.
“Saya yakin ada banyak saudara yang akhirnya kembali berbicara satu sama lain karena itu. Itu benar-benar momen yang spesial. Ada pria-pria dewasa yang menangis tersedu-sedu.”
Di samping merayakan optimisme baru, The Script saat ini juga masih berproses melewati masa duka setelah kehilangan gitaris mereka, Mark Sheehan, yang wafat pada tahun 2023 akibat sakit.
Danny menegaskan bahwa mendiang Mark Sheehan akan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bermusik The Script.
“Dia masih menjadi bagian dari band ini. Kalau kamu tidak menghadapi perasaan itu dalam keadaan sadar, kamu hanya sedang menundanya.”
Menurut Danny, kesedihan akibat kehilangan seseorang yang berharga tidak akan pernah benar-benar lenyap, melainkan menjadi bagian dari proses pendewasaan diri.
“Kamu tidak pernah benar-benar selesai dengan rasa kehilangan, tetapi kamu belajar untuk tumbuh mengelilinginya.”
Kendati sempat melewati masa-masa sulit, Danny menyatakan bahwa dirinya kini mulai melihat masa depan dengan penuh optimisme, terlebih setelah ia melangsungkan pernikahan pada tahun lalu.
“Dengan saya menikah tahun lalu, saya mulai bisa melihat ada hal-hal baik di masa depan. Saya optimistis.”
The Script sendiri merupakan band pop rock asal Irlandia yang mencetak popularitas global sejak merilis album debut self-titled pada tahun 2008 yang melahirkan deretan lagu hit seperti We Cry, The Man Who Can't Be Moved, Breakeven, dan Before the Worst.