Keputusan wasit yang menghentikan pertandingan tinju kelas berat di Piramida Giza, Mesir, pada Sabtu (23/5/2026), memicu kritik tajam dari petinju Belanda Rico Verhoeven setelah dirinya dinyatakan kalah secara kontroversial dari Oleksandr Usyk.
Mantan juara dunia kickboxing tersebut merasa kecewa dengan intervensi prematur dari pengadil lapangan, meskipun ia tetap menyatakan rasa bangganya atas performa yang telah ditunjukkan sepanjang laga.
Kekecewaan mendalam atas hasil akhir ini membuat Verhoeven mempertanyakan kompetensi sang wasit dalam memimpin duel besar tersebut.
"Dombo!" seru Rico Verhoeven, petinju kelas berat.
Verhoeven merasa tidak mendapatkan kesempatan yang adil untuk menyelesaikan pertarungan hingga detik terakhir ronde ke-11.
"Sla mij dan gewoon out" kata Rico Verhoeven.
Kekalahan ini tidak menghentikan ambisi sang petinju di dunia adu jotos karena dirinya langsung mengumumkan rencana untuk segera kembali naik ring.
Keberatan terhadap hasil pertandingan di Mesir ini ternyata juga didukung oleh sesama mantan juara dunia kickboxing, Nieky Holzken, yang turut menyaksikan jalannya laga berat tersebut.
Holzken secara terbuka mengungkapkan rasa terkejut dan kebingungannya setelah melihat wasit Mark Lyson menyudahi laga saat ronde ke-11 hanya menyisakan waktu satu detik.