Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, menyatakan kebingungannya atas minimnya kesempatan bermain yang diberikan manajer Arsenal, Mikel Arteta, kepada pemain muda Myles Lewis-Skelly sepanjang musim 2026 ini. Kritik tersebut muncul setelah Lewis-Skelly tampil gemilang dalam kemenangan 3-0 The Gunners atas Fulham pada akhir pekan kemarin.
Performa impresif remaja berusia 19 tahun itu di lini tengah membantu Arsenal kembali menguasai perburuan gelar Liga Inggris. Posisi klub asal London Utara tersebut kini lebih menguntungkan setelah Manchester City ditahan imbang 3-3 oleh Everton pada Senin (4/5/2026) malam waktu setempat.
Ferdinand menilai Lewis-Skelly seharusnya mendapatkan lebih banyak waktu bermain setelah menunjukkan kualitasnya sejak musim 2024/25. Melalui kanal YouTube pribadinya, Ferdinand mempertanyakan alasan di balik keputusan teknis Arteta yang sering membangkucadangkan lulusan akademi tersebut.
"I just thought how is he not getting more game-time?" tanya Ferdinand.
Mantan bek tim nasional Inggris itu menekankan bahwa energi dan agresi yang dibawa Lewis-Skelly sangat dibutuhkan oleh tim. Ferdinand merasa aneh karena pemain yang dianggapnya sebagai salah satu pemain muda terbaik di liga pada musim lalu justru jarang dimainkan.
"I just think the energy he brings to the Arsenal team, the aggression, he got out to players. I’ve been baffled that he hasn’t played more football for Arsenal," tegas Ferdinand.
Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas posisi Lewis-Skelly seharusnya menjadi aset besar bagi taktik Arsenal. Pemain tersebut tercatat mampu beroperasi dengan baik sebagai bek kiri maupun di posisi aslinya sebagai gelandang tengah.
"If you think about what he did last season, he was arguably the best young player in the Premier League. What’s he done wrong not to play?" ucap Ferdinand.
Ferdinand mengakui keberhasilan Arteta akan terjustifikasi jika Arsenal keluar sebagai juara liga. Namun, ia tetap menyayangkan minimnya panggung bagi talenta muda Inggris yang sudah terbukti mampu bersaing di level tertinggi.
"Listen, if Arsenal win the league then obviously Mikel Arteta is right but even talking just selfishly you want young English players playing and he showed he can play last season," ujar Ferdinand.
Kebutuhan akan Lewis-Skelly dianggap semakin mendesak mengingat performa Martin Zubimendi yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ferdinand melihat kehadiran Lewis-Skelly memberikan percikan semangat baru yang selama ini hilang dari lini tengah Arsenal.
"He can play in multiple positions as well, he can play left back or in midfield where he played growing up," tambah Ferdinand.
Menurut Ferdinand, kontribusi Lewis-Skelly saat melawan Fulham memberikan bukti bahwa sang pemain siap memikul tanggung jawab besar. Ia memprediksi pemain muda itu akan sulit untuk dipinggirkan dari skuad inti di sisa laga musim ini.
"Martin Zubimendi has looked a bit tired and leggy at times and Lewis-Skelly just injected that right amount of spark and energy that Arsenal needed," kata Ferdinand.
Pernyataan penutup Ferdinand dalam diskusinya menegaskan ekspektasi tinggi terhadap masa depan Lewis-Skelly di bawah asuhan Arteta. Ia meyakini kualitas sang pemain sudah cukup untuk menggaransi tempat reguler di Emirates Stadium.
"It’s difficult to imagine him not playing most of the games until the end of the season now," pungkas Ferdinand.
Meski baru mencatatkan tiga kali starter di Liga Inggris musim ini, Lewis-Skelly tetap menunjukkan rasa hormat kepada sang manajer. Dalam wawancaranya dengan Sky Sports, ia mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan Arteta kepadanya untuk mengisi peran di lini tengah.
"That’s the boss, I’m grateful for him. That shows our connection is strong," tutur Lewis-Skelly.
Pemain bernomor punggung 49 itu tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat dipercaya tampil sejak awal. Ia merasa senang karena mampu membayar kepercayaan tersebut dengan performa yang membantu tim meraih poin penuh.
"Inside I was buzzing, but I was just glad the manager put his trust in me [to play in midfield]," ungkap Lewis-Skelly.
Mikel Arteta sendiri mengakui bahwa ia sempat bersikap keras terhadap Lewis-Skelly sepanjang musim ini. Sang manajer menjelaskan bahwa Lewis-Skelly tetap rendah hati dan fokus meskipun sempat melewati masa-masa sulit setelah debut spektakulernya tahun lalu.
"He had a spectacular season last year when he jumped into the first team, but he had some difficult moments after that," jelas Arteta.
Arteta juga memuji dedikasi pemain mudanya itu dalam setiap sesi latihan harian. Penampilan luar biasa Lewis-Skelly saat melawan Fulham dianggap sebagai hasil dari kesabaran dan kerja keras sang pemain dalam menunggu kesempatan.
"He stayed very humble, very focused, very aligned with what we wanted to do, and I knew he was ready," kata Arteta.
Manajer asal Spanyol itu menambahkan bahwa ia melihat kemajuan pesat dari Lewis-Skelly setiap kali sang pemain diberi peluang. Ia menyebut penampilan teranyar sang gelandang sebagai sebuah lonjakan performa yang luar biasa.
"He’s been showing in training every day the opportunities that he had to play. He’s done it, and today he really stepped up, and I thought he had an incredible performance," lanjut Arteta.
Saat dikonfrontasi mengenai alasan keterlambatan memberikan menit bermain di posisi gelandang, Arteta merespons dengan nada rendah hati. Ia mengakui kemungkinan adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan sebelumnya.
"Because probably I don’t have a clue, and maybe I should have done it earlier, I don’t know," aku Arteta.
Arteta menegaskan bahwa setiap keputusan pemilihan pemain didasarkan pada kesiapan pemain, kondisi tim, dan karakteristik lawan. Ia mengakui bahwa memasang pemain semuda Lewis-Skelly di posisi tersebut merupakan sebuah risiko tinggi yang bisa berakibat kekalahan.
"But I have to do things when I believe that the player is ready, the team is ready, and the opponent is the right one to play with him in that position," tegas Arteta.
Meskipun penuh risiko, Arteta merasa instingnya untuk menurunkan Lewis-Skelly pada laga melawan Fulham adalah langkah yang tepat. Keputusan tersebut kini membuahkan hasil positif bagi stabilitas skuad Arsenal menjelang akhir kompetisi.
"We’ve done it today, it’s the first time. It was a big risk because I knew what was going to happen; if he wasn’t this great, we would have lost the game," jelas Arteta.
Pelatih berkebangsaan Spanyol itu menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya pemilihan momen yang tepat untuk pemain muda. Ia merasa skenario pertandingan akhir pekan lalu adalah waktu terbaik bagi Lewis-Skelly untuk membuktikan kapasitasnya.
"How do you play a kid at this age, in this scenario, in a position that he hasn’t played all season? I knew that, but I had the feeling that it was the right game for him," pungkas Arteta.